Saturday, August 12, 2006

Penyusunan Acara Kompetisi: Banyak Algoritma Yang Digunakan

Pada Kamis 22 Juni 2006, acara lengkap kompetisi Liga Primer Inggris (The English Barclay Premier League) telah dirilis FA. Jadwal itu berisi 380 tubruk yang telah disepakati dan diubahsuaikan untuk 20 klub divisi utama. Agenda penting ini akan berlangsung mulai 19 Agustus 2006 hingga 13 Mei 2007.

Pengumuman tahunan itu dilakukan di Soho Square, London, yang ialah kantor pusat The FA (Football Association). FA ialah organisasi sepak bola tertua sejagat yang punya hak veto terkuat soal sepak bola dunia di samping FIFA dan UEFA. Rilis agenda dihadiri pejabat teras FA, The Premier League Association (operator kompetisi Premier League), dan The Football League Association (operator kompetisi Championship, League One, dan League Two).

Seperti yang sudah-sudah, delegasi Football Supporter Federation (FSF) dan Kepolisian Britania Raya, ikut datang melengkapi. Acara undiandisiarkan pribadi ke seluruh Britania Raya oleh jaringan televisi BSkyB. Hampir semua media massa mengirim perwakilannya termasuk para sponsor, pengiklan, dan partner dan tentunya barisan pemegang hak siar.

Tatkala dunia dan juga Inggris sedang dilanda demam Piala Dunia 2006, keempat organisasi di atas tetap sibuk bekerja untuk mencari titik temu pertandingan demi pertandingan, terutama untuk menggelar duel-duel yang berpotensi menimbulkan konflik, misalnya laga derby (bentrok sekota).

Di bawah koordinasi FA, mereka harus menyepakati dulu jadwal-acara tertentu yang menyangkut aktivitas atau jadwal tim nasional mirip partai-partai persahabatan, penyisihan Piala Eropa 2008, kualifikasi Piala Afrika 2008, Piala Asia 2007, Piala Dunia Antarklub termasuk sabung-laga internasional lainnya. Ini masih ditambah rutinitas reguler sepak bola di Eropa dan domestik mirip Liga Champion, Piala UEFA, Piala Intertoto, Piala FA atau Piala Liga.

Selesai semua? Oh belum, sebab FAPL harus segera mengirim jadwal 'setengah matang' dulu ke 20 klub divisi utama untuk mendapatkan feed-back atau revisi. Waktunya bisa sebelum jadwal resmi diumumkan atau dikala kompetisi sudah berjalan. Di sini terbuka kesempatan bagi klub untuk bernegosiasi hari atau waktu, terutama pada langgar-tabrak midweek.

Hasilnya memang efektif, meski bikin pusing tujuh keliling pihak operator pembuat jadwal dan pemegang hak siar. Mereka harus menyunting lagi hitungan algoritma sebelumnya. Pasalnya koreksian dan penyelarasan bakal mencapai ratusan sabung. Menggeser jam kick-off satu langgar, misalnya, berbuntut panjang ke belakang. Pada hasilnya, pengaruh pemegang rights dan positioning televisi lebih berkuasa dibanding klub atau tim operator jadwal.

Faktor-faktor perubahan acara kerap disebabkan oleh hal-hal di luar dugaan seperti konser musik, akhir hayat tokoh besar, karnaval keagamaan, insiden seni, kongres partai, pemilihan umum hingga sebuah balapan kuda atau kontes anjing berskala besar. Bahkan konten dadakan seperti Breaking News ikut diantisipasi!

Sudah barang tentu big-match di kompetisi La Liga, Serie A, Bundesliga dan sebagainya pasti jadi perhitungan tersendiri. Namun ini lebih mudah diatur. Tapi bila akhir hayat tokoh atau Breaking News yang ditakutkan bisa mengubur gaung kompetisi?

Kemudian setelah dimasukkan untuk dibentuk alternatif dan alokasinya, revisi data yang berisi list and request dari seluruh 92 klub profesional (Premier League, Championship, League One, dan League Two) akan digiling secara otomatis oleh super komputer berbekal software khusus buatan Atos Origin, perusahaan operator pembuat jadwal yang telah menjadi partnership FA selama bertahun-tahun.

Kompilasi diawali dengan memilah klub-klub yang daerahnya berdekatan atau bertetangga di setiap divisi untuk mencegah semoga masing-masing tidak menjadi tuan rumah. Milsanya, amat mustahil Everton dan Liverpool akan menjadi tuan rumah. Begitu juga antara Manchester City dan Manchester United atau Arsenal dan Tottenham Hotspur serta Fulham dan Chelsea. Kompilasi model begini juga dilakukan standar di Liga Utama Eropa lainnya.

Di London, sudah niscaya tekanan difokuskan terutama pada empat klub terbesar: Arsenal, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan West Ham United. Namun tempat jajahan Chelsea dan Fulham yang sewilayah juga jadi perhatian. Jarak Stadion Emirates dan White Hart Lane hanya berjarak 4 kilometer.

Di Liverpool, jarak stadion Goodison Park dengan Anfield pun hanya beberapa blok. Untungnya jarak kandang Manchester City dan Manchester United terbilang jauh. Old Trafford berada di luar kota Manchester, sementara City of Manchester Stadium berada di tengah kota.

Kota-kota kecil lain mirip Bolton dan Blackburn serta Newcastle dan Middlebrough punya masalah sama, namun tensi persaingannya tidak seperti klub-klub London, Manchester, dan Liverpool. Khusus di ekspresi dominan ini, pihak kepolisian mampu bernafas lebih lega karena tidak lagi mengawasi kota Birmingham habis-habisan begitu Aston Villa dan Birmingham City dipastikan terpisah karena terdegradasinya The Blues.

Hasil kompilasi lainnya akan menjamin bahwa setiap klub di seluruh divisi mustahil menjadi tuan rumah tiga kali berturut-turut. Namun meski sudah didukung software canggih, FA dan pihak kepolisian tetap dilanda kekhawatiran sebelum kompetisi sudah benar-benar usai. Lintasan kekhawatiran tertinggi mereka ada di era Boxing Day (26 Desember hingga 2 Januari). Maklum di sinilah buruknya kondisi alam, berkurangnya transportasi namun di satu sisi banyak berkumpulnya manusia. Semua itu bisa berpotensi melahirkan bencana.

(foto: talksports)

Tuesday, August 8, 2006

Intrik Jadwal: Teori Konspirasi Mourinho

Kesantunan seseorang tidak dinilai dari perlakuan ia pada temannya, tapi terhadap lawannya. Begitu sebuah pepatah gaya Inggris nan gentleman. Sayangnya tradisi itu agaknya mulai menodai sportivitas dan fairness yang jadi ciri persepak bolaan mereka. Kini bukan zamannya lagi meributkan subyektivitas wasit atau main kayu di bursa transfer sebagai sumber drama atau kecurangan, melainkan satu potensi menakutkan di era depan: skandal acara!

Kesantunan seseorang tidak dinilai dari perlakuan dia pada temannya Intrik Jadwal: Teori Konspirasi Mourinho
Roman Abramovich, Peter Kenyon, Jose Mourinho.
Kamis, 22 Juni 2006, adalah ketika yang paling dinantikan-tunggu oleh semua pelatih, semua manajer, tidak terkecuali pelatih bola terkaya di dunia: Jose Mourinho. Apa alasannya adalah? Dia menanti dengan berdegup dan emosional agenda Chelsea selama setahun ke depan. Di benaknya sudah tertera langkah-langkah apa saja yang harus dilakukannya esok, esok, dan esok sampai simpulan Mei 2007.

Konsentrasinya terkumpul tepat, hingga-hingga beliau sempat kehilangan minat duduk di depan televisi untuk menonton tubruk negaranya melawan Meksiko di Piala Dunia 2006. Ketika gol Maniche Ribeiro dan Simao Sabrosa memenangkan Portugal, emosinya tetap labil. Karena keresahan yang terus menderanya, kesudahannya ia menghubungi bosnya, Peter Kenyon, CEO Chelsea, dan juga salah satu koleganya yang besar lengan berkuasa: Pini Zahavi.

Secara parsial beliau berdiskusi dengan kedua tandem pentingnya untuk mencari secercah kepastian dari penggalan isu yang didapatkannya. Konon besok sore waktu London, dari markas FA di Soho Square, Chelsea akan diuntungkan oleh pengumuman fixtures Premier League 2006/07. 

Mourinho sudah tidak sabar menerima bocoran informasi resminya. "Yang pasti, Jose, jauh lebih baik dari jadwal animo kemudian. Tapi ingat, masih ada David yang lain," demikian suara dari dalam ponselnya. Siapa yang bicara? Pasti salah satu dari kedua kolega pentingnya.

Sebagian sudah bukan diam-diam lagi bahwa tumbangnya David Dein dari bangku wakil presiden FA, sangat menguntungkan Chelsea, dan di satu sisi, sangat merugikan Arsenal. David Dein yaitu ikon Arsenal di badan otoritas sepak bola terbesar dan paling berpengaruh ketiga sejagat sehabis FIFA dan UEFA. Namun David Gill, salah satu owner sekaligus CEO Manchester United, juga bukan tokoh yang disukai kubu The Blues.

Keesokannya, Jumat, 23 Juni 2006, jadwal Premier League demam isu depan diumumkan. Semua media massa memasang tabelnya dan memberitakan dengan versi dan persepsi masing-masing. Di sebuah rumah di London Barat, Mourinho juga sedang merincinya satu per satu, pekan demi pekan.

Aha, adu awal dan tamat Chelsea akan berakhir di Stamford Bridge. Start 20 Agustus 2006 dan finis 13 Mei 2007. Itu saja telah membahagiakannya. Saat diteliti, pekan perdana vs Manchester City dan pekan terakhir lawan Everton. Mou juga puas melihat akurasi ucapan temannya kemarin. Jadwal Chelsea memang lebih baik dibanding musim kemudian.

Buat yang rada awam soal betapa berpengaruhnya jadwal liga buat klub-klub top, papan atas, dimohon untuk menyimak juga jadwal enam matchday Liga Champion, September hingga Desember. Andai diantara itu jadwal mereka di Premier League amat 'akrab' dalam arti hanya bertemu lawan-lawan yang ringan, atau bisa juga menjadi tuan rumah, maka hal itu disebut sebagai benefit.

Buat klub-klub Big Four, yang jadi wakil Inggris di Liga Champion, bukan diam-diam lagi jika periode September-Desember ialah titik krusial pertama. Mereka paling sensitif, paling berkepentingan, paling peduli dengan rilis jadwal liga yang gres. Titik krusial berikutnya ada di periode Maret-Mei. Karena tamat Desember dan Januari dipenuhi Boxing Day dan juga arenanya Piala FA, maka berarti motif awal Mourinho sudah terjawab.

Kubu Chelsea sadar kaki tangan mereka di FA tidak kokoh. Kenyon yaitu seorang profesional dan oportunis sejati. Dia bukanlah birokrat ulung mirip dua David; Dein (Arsenal) dan Gill (Manchester United). Di tangan Kenyon, motif Chelsea sederhana: ia menjalankan arahan Roman Abramovich, yang meminta Chelsea sukses selama mungkin di Liga Champion jikalau ingin menangguk uang yang banyak dari tiket, TV, dan sponsor.

Kubu Chelsea juga tahu, motif mereka sudah dilakukan Arsenal, Liverpool, dan Manchester United bertahun-tahun. Apa buktinya? Kelanggengan ketiganya sebagai anggota Big Four lebih lama dibanding 17 klub lainnya. Satu hal lagi, dengan cara demikianlah, reputasi mereka masuk sebagai barisan klub terkaya di dunia mampu terjamin, juga tercapainya raihan prestasi. Semuanya harus diawali sempurna oleh perhitungan agenda pertandingan.

Setelah berpeluh ria berjuang di pentas Eropa, mengangkasa ratusan kilometer, beberapa bahkan ribuan kilometer, menghadapi teror mental di tanah seberang, sulit bagi pemain sekelas Thierry Henry atau manajer sekelas Arsene Wenger pun untuk mengembalikan vitalitas jiwa dan raga pasukannya, dua atau tiga hari lalu di sangkar lawan-lawan mereka di liga domestik. Ini realita yang sulit dihindari, tapi masih mampu diminimalisir.

Sekarang roda nasib berputar. Dari enam adu domestik, The Blues kepagian empat partai kandang dan dua adu tandang. Bandingkan dengan animo kemudian, di mana cuma sekali kandang tapi lima kali tandang. Buat para analis, terlebih lagi bursa taruhan, lewat agenda baru Premier League ini mereka berani ketok palu bahwa potensi Chelsea untuk mencetak hattrick, menjuarai Liga Inggris tiga kali secara beruntun amat besar.

Kerja Keras Gill
David Gill, Roy Keane, dan Alex Ferguson.
Yakinlah bahwa pesaing terbesar Chelsea di demam isu ini yaitu Manchester United. Alasannya? Sepele. Jika animo kemudian rekornya di kurun September-Desember tiga kali home dan tiga kali away, pada trend ini komposisi pasukan Sir Alex Ferguson sangat fantastis. Rekor sabung Red Devils di tiga bulan pertama Premier League ialah enam kali bermain di kandang seusai tampil di Liga Champion, alias selalu main di Old Trafford! Thanks berat atas kerja keras David Gill.

Nasib tragis dialami Arsenal, seiring sejalan dengan terdepaknya David Dein dari salah satu dingklik pimpinan di FA yang telah dijabatnya sejak tahun 2000. Kans The Gunners di kompetisi lokal terancam babak belur lantaran harus tampil di kandang lawan, enam kali berturut-turut, usai sabung Liga Champion! Meski belum niscaya alasannya harus mengikuti playoff ke putaran 32 besar, tapi perjalanan Arsenal sudah bisa diraba tingkat carut-marutnya.

Sebagian media mengulas tajam, inilah bentuk balas dendam mereka yang pernah dirugikan oleh imbas Dein di FA. Namun Chelsea belum boleh lega dengan acara gres liga. Pasalnya ada pihak yang sangat diuntungkan, dan Anda tahu itu siapa. Apalagi cibiran nyelekit khas Mou perihal agenda miring yang menguntungkan United niscaya sulit mencari timing yang sempurna diucapkan. Maklum, apa sudah siap ia meladeni sosok godfather Sir Alex?

Rotasi kursi Dein ke Gill pada 2 Juni 2006, ternyata cuma memindahkan dilema. Ibaratnya keluar kantung kiri, masuk kantung kanan. Lepas dari mulut singa, masuk ke ekspresi buaya. Atau, apalah. Komisi Jadwal Premier League, yang membuat, memutar, dan bertanggung jawab kompetisi andalan FA itu masih diketuai oleh Sir David Richards dengan tiga wakilnya: Philip Gartside (Bolton Wanderers), Rob Coar (Blackburn Rovers), dan, ini yang jadi buah bibir: David Gill (Manchester United).

Melihat komposisi di atas, rasanya satu kaki Ferguson sudah menginjak kesuksesan musim 2006/07. Uniknya, atau anehnya, hanya Liverpool yang bertahun-tahun seperti tidak pernah mau peduli pada kolusi model begitu. Naif atau tidak sadar begitu tipis bedanya.

Pada kesudahannya orang berhipotesa, apakah drama semacam ini yang menciptakan The Reds berpuasa gelar juara Liga Inggris hingga 16 tahun? Ini ironis, alasannya adalah satu-satunya klub Big Four yang belum pernah menjamah trofi Premier League semenjak awal yakni Liverpool.

Ketika tiba di Inggris pada 2004, Mourinho sudah mencicipi fenomena ganjil ini. Liverpool tipikal klub Inggris sejati, dalam arti tidak metropolis mirip kebanyakan klub-klub dari dua kota terbesar di England, London dan Manchester. Kultur Liverpool lebih orisinal namun primordial, amat kedaerahan.

Lihat saja cara pendukungnya mengungkapkan verbal dan emosinya di Anfield, entah saat bernyanyi atau mengibarkan ratusan bendera. Dia sadar dan paham, klub ini sulit diutak-atik reputasi dan identitasnya. Lain halnya dengan Arsenal yang sekota, atau United meski sekali lagi, harus menunggu waktu yang sempurna. Lagi pula, Mou tidak pernah terasa terganggu oleh keberadaan Liverpool. Toh, manajer mereka saja bukanlah legenda hidup atau mapan habis seperti Wenger atau Ferguson.

Di luar sentra kekuasaan, masyarakat mulai berhitung peluang klub masing-masing setelah melihat acara baru. Kelompok suporter sibuk menelaah kemungkinan adanya konspirasi. Namun sebagian media massa berani berpendapat yang bikin klub-klub gerah, dan pejabat FA kolam kebakaran jenggot. Di ekspresi dominan ketiganya di Premier League, Mourinho makin mesem-mesem melihat konspirasi. Namun di satu sisi, ia juga berpikir bagaimana cara memanfaatkannya.

Sebagai seorang Aquarius, Mourinho memang bahagia melaksanakan kegiatan eksklusif dan ekstra yang bernuansa rehabilitasi. Perasaannya dikenal tajam untuk menilai drama kehidupan, senang bicara banyak, jika perlu hingga sarkastis demi membela objektivitas yang tidak lazim. Dia bisa dan biasa menghabiskan waktu memikirkan hal-hal yang berbau konspirasi, bahkan metafisis, dengan perasaan subyektif yang kental.

Beberapa pekan sebelum jadwal gres liga keluar, dia diberitakan menatap bola kristal di rumahnya untuk meneropong nasib Chelsea berbekal jadwal Liga Primer dan agenda Liga Champion! Setelah diyakini melihat jalan jelas, ritual pria 43 tahun ini tiada lain mengenyampingkan berbagai reaksi dan lebih memilih memotong rambutnya untuk membuang simpanan energinya. "Saya sudah siap berperang. Lihatlah rambut saya kini," sergahnya dengan nada bercanda.

Setan dan Malaikat
Kesantunan seseorang tidak dinilai dari perlakuan dia pada temannya Intrik Jadwal: Teori Konspirasi Mourinho
David Dein, Thierry Henry, dan Arsene Wenger. 
Sosok Mourinho memang fenomenal. Lewat mulutnya-lah rakyat Inggris mirip disadarkan dari pembiusan total oknum-oknum FA selama lebih separo dekade pada konspirasi dan skandal jadwal. Ilmu terbaru yang didapat yakni orang kini sadar bahwa jadwal idaman yakni syarat mutlak menjadi juara Premier League. Selain itu ia juga berguna untuk keuntungan bisnis dan menjaga kejayaan. Bukan agenda sembarang agenda, tapi acara yang kental hasil persekongkolan.

Ingat kejadian sebelumnya. Juli 2005, beberapa hari usai agenda 2005/06 dimaklumatkan, datang-datang Mourinho menyerang Dein, CEO Arsenal dan Wakil Presiden FA. "Dia yaitu gembong di rahasia atas acara yang merugikan Chelsea. Orang yang menggerakan roda operasional klub, sebaiknya tidak bekerja di FA. Klub ialah klub, FA ialah FA," serangnya serampangan dan cenderung tendensius.

Lalu pengecap tajamnya makin menusuk dengan pernyataan, "Saya tak habis pikir diperlakukan amat jelek seperti setan, sedangkan Tuan Wenger dan Tuan David Dein dilayani seperti malaikat!" Awalnya Mourinho menyoroti tidak wajarnya acara Chelsea selama September-Desember yang bikin timnya harus away lima kali keliling Inggris setiap habis berlaga di Liga Champion. Selebihnya dia 'mengadili' Arsenal. Katanya, klub ini kebalikannya Chelsea. Selalu menjadi tuan rumah di Premier League dan tampil di hari Minggu, bukannya Sabtu seperti Chelsea.

"Saya bukanlah orang yang paling arif di dunia, tetapi tidak terlalu udik untuk melihat keanehan ini, atau untuk memahami apa saja yang terjadi sejak aku datang ke Inggris. Apakah kalian para wartawan tidak mau mengungkap ketaknormalan ini? Atau justru seorang Jose Mourinho yang tampak ajaib alasannya adalah berani mengatakannya? Faktanya sudah ada, terserah Anda untuk menafsirkannya."

Namun akal Mou jadi kacau balau dilihat orang, sebab ia tidak punya nyali menyerang Gartside atau Coar, apalagi David Gill, yang semuanya menjadi eksekutif di klub masing-masing. Telenovela jadwal Premier League sesungguhnya sudah seru tahun lalu alasannya adalah Fergie sempat mengamini teori Mourinho.

"Dia benar. Anda lihat agenda Arsenal setelah Liga Champion selama ini. Selama tujuh tahun aku berteriak sendirian, dan tak seorang pun mendengarkannya," ucap Sir Alex waktu itu. Musim ini, sehabis David Gill menggusur David Dein, dan terperinci-terang United eksklusif mendapat benefit dari rotasi itu, Ferguson langsung cep, kalem.

Menurut lembaga riset Philip Cornwall, keuntungan klub-klub besar pada agenda yang bisa dibikin cincay itu di atas 50 persen. Selama tujuh tahun, Arsenal dari total 64 tubruk meraih 34 berkelahi kandang dan 30 sabung tandang. Tingkat kesuksesannya mencapai 53 persen. Sementara Manchester United dari total 87 sabung menerima 47 adu sangkar dan 40 berkelahi tandang dengan kesuksesan 54 persen. Ada pun Chelsea dari total 40 berkelahi, 22 adu sangkar dan 18 tandang, level suksesnya malah 55 persen! Lho!?

Pasti Mourinho tidak membaca data dari Phillip Cornwall. Tingkat sukses Chelsea malah lebih besar, dan lagi pula perbandingan sangkar-tandang ketiga klub selama tujuh tahun tak begitu signifikan. Ibaratnya cuma berbekal dari sebuah warung, Mourinho menembak sana-sini kolam mitraliur bereaksi melihat Chelsea dirugikan. Wah cenayangnya salah nih, dan Anda berbicara kepagian, Bung!

Ah, sudahlah. Selalu ada pesan tersirat di balik setiap peristiwa. Ambil positifnya. Polemik agenda yang diselubungi konspirasi dan skandal itu 'kan justru bikin Premier League jadi diperhatikan orang. Mou malahan berjasa. Barangkali benar di secuil sisi. Namun imbas jangka panjangnya bisa berbahaya. Ingat bagaimana reputasi Serie A jatuh ke titik nadir balasan kebanyakan drama.

Ciri khas, kultur, dan tradisi sepak bola Inggris, ialah menghormati lawan untuk memberikan harga dirinya mesti dipertahankan. Itulah perilaku gentleman sejati. Kesantunan seseorang tidak dinilai dari perlakuan beliau pada temannya, tapi terhadap lawannya. Bukan begitu kata pepatah mereka?

JADWAL BIG FOUR YANG DIPERSOALKAN JOSE MOURINHO


MUSIM 2005/06
MUSIM 2006/07
Liga Champion Matchday 1(13/14 Sep)
Liga Champion Matchday 1 (12/13 Sep)
Premier League
Premier League
Charlton vs CHELSEA (17/9)
CHELSEA vs LIVERPOOL (17/9)
LIVERPOOL vs MANCHESTER UTD (18/9)
MANCHESTER UTD vs ARSENAL (18/9)
ARSENAL vs Everton (19/9)

Liga Champion Matchday 2 (27/28 Sep)
Liga Champion Matchday 2 (26/27 Sep)
Premier League
Premier League
Fulham vs MANCHESTER UTD (1/10)
Bolton vs LIVERPOOL (30/9)
ARSENAL vs Brimingham (2/10)
Charlton vs ARSENAL (30/9)
LIVERPOOL vs CHELSEA (2/10)
CHELSEA vs Aston Villa (30/9)

MANCHESTER UTD vs Newcastle Utd (30/9)
Liga Champion Matchday 3 (18/19 Okt)
Liga Champion Matchday 3 (17/18 Sep)
Premier League
Premier League
Fulham vs LIVERPOOL (22/10)
CHELSEA vs Portsmouth (21/10)
ARSENAL vs Manchester City (22/10)
MANCHESTER UTD vs LIVERPOOL (21/10)
MANCHESTER UTD vs Tottenham (22/10)
Reading vs ARSENAL (21/10)
Everton vs CHELSEA (23/10)

Liga Champion Matchday 4 (1/2 Nov)
Liga Champion Matchday 4 (31 Okt/1 Nov)
Premier League
Premier League
Aston Villa vs LIVERPOOL (5/11)
LIVERPOOL vs Reading (4/11)
ARSENAL vs Sunderland (5/11)
MANCHESTER UTD vs Portsmouth (4/11)
MANCHESTER UTD vs CHELSEA (6/11)
West Ham vs ARSENAL (4/11)

Tottenham vs CHELSEA (4/11)
Liga Champion Matchday 5 (22/23 Nov)
Liga Champion Matchday 5 (21/22 Nov)
Premier League
Premier League
ARSENAL vs Blackburn (26/11)
LIVERPOOL vs Manchester City (25/11)
Portsmouth vs CHELSEA (26/11)
Bolton vs ARSENAL (25/11)
Manchester City vs LIVERPOOL (26/11)
MANCHESTER UTD vs CHELSEA (25/11)
West Ham vs MANCHESTER UTD (27/11)

Liga Champion Matchday 6 (6/7 Des)
Liga Champion Matchday 6 (5/6 Des)
Premier League
Premier League
Newcastle United vs ARSENAL (10/12)
MANCHESTER UTD vs Manchester City (9/12)
LIVERPOOL vs Middlesbrough (10/12)
LIVERPOOL vs Fulham (9/12)
CHELSEA vs Wigan (10/12)
CHELSEA vs ARSENAL (9/12)
MANCHESTER UTD vs Everton (11/12)


(foto: skysports/guardian/thesun)

Sunday, November 20, 2005

Kim Il-Sung: Dear Leader, Great Leader

ENTAH kenapa datang-tiba aku tertarik membaca informasi soal rencana keberangkatan Megawati Soekarnoputri ke Korea Utara awal Oktober silam. Sebagai perantara yang dipercaya soal planning reunifikasi Korea, dengan senang hati Ketua Umum PDI-P yang juga mantan Presiden Indonesia kelima itu memenuhi seruan pemimpin besar Republik Rakyat Demokratik Korea, Kim Jong-il, seperti halnya seorang kakak yang dimintai tolong adiknya.
tiba saya tertarik membaca berita soal rencana keberangkatan Megawati Soekarnoputri ke Kor Kim Il-sung: Dear Leader, Great Leader
Soekarno memberi anggrek asal Makassar kepada Kim Il-sung.
Sesudah tak lagi bertitel RI-1, Mega malah terlihat lincah sebab dalam setahun ini saja beliau telah dua kali tiba ke Pyongyang, semenjak pada April 2005. Siapa yang beliau temui itulah yang menciptakan aku tertarik, sosok misterius yang berjuluk The Dear Leader. Pertemuan tersebut selalu bernilai historis karena mewarisi persahabatan kedua ayah mereka, Soekarno dan Kim Il-sung.

Ada sepenggal dongeng bagaimana akrabnya dua tokoh termahsyur Asia di masa 1950 sampai 1960-an itu. Dalam suatu kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 13 April 1965, Bung Karno mengajak jalan-jalan tamunya di Kebun Raya Bogor. Tiba-datang Kim Il-sung tertarik pada deretan bunga anggrek asal Makassar yang tengah mekar.

Melihat itu, sontak Bung Karno menghadiahi anggrek berjenis CL Brandt itu pada Kim, seraya memberi nama Kimilsungia karena anggrek hasil penyilangan tersebut masih tanpa nama. Tentu saja hal ini diterima dengan senang hati oleh Kim, hitung-hitung sebagai kado ulang tahunnya yang ke-53, dua hari lalu.

Kelak, lewat diplomasi bunga tadi, Indonesia dianggap sebagai satu-satunya sobat bersahabat Korut. Hingga kini, untuk mengenangnya, di Pyongyang setiap bulan April diadakan sebuah bazar bunga dengan maskotnya, Kimilsungia, yang balasannya ditabalkan menjadi bunga nasional negeri tersebut.

Makara kita orang Indonesia, tenanglah, bila berada di Korea Utara. Insya Allah seharusnya kondusif. Karena apa? Karena sejarah. Karena Bug Karno. Rupanya aku masih terobsesi dengan Korea Utara. Padahal waktu kecil, saya benci sekali dengan negara ini. Sampai kini tertanam di lubuk hati saya sebab Korea Utara-lah yang menggagalkan kesebelasan Indonesia lolos ke Olimpiade 1976 di Montreal, Kanada.

Korut membuat aku menangis tendangan Anjas Asmara melenceng keluar ketika tos-tosan. Indonesia kalah 4-5, dan sejarah 20 tahun kemudian mirip terulang kembali tatkala langkah PSSI dijegal Uni Soviet pada Olimpiade Melbourne 1956. Sejak itulah yang namanya Korut selalu menyita perhatian saya, lebih dari sepak bolanya saja.

INGAT Korut ingat barisan rakyat yang kurus-kurus, termasuk para tentaranya. Juga barisan orang berbaju belacu berwarna sama di pasar-pasar, atau gerombolan wanita di depan pintu mertua sambil mengucek-ngucek rambut sambil mencari kutu seolah menikmati keprihatinan hidup. Jika sudah hingga masanya, maka setiap perjaka Korut yang sehat lahir batin diharuskan ikut wajib militer.

Hiburan satu-satunya rakyat Korut ialah jaringan Pyongyang Television yang dimonopoli mutlak dan cuma siaran selama enam jam, dari jam 17.00 sampai 23.00. Di negara Stanilist ini, saluran untuk TV satelit dan internet yakni terlarang. Semua informasi dari luar negeri disensor habis dan harus diolah lagi oleh Pyongyang Television.

Walau tingkat ekonominya tak seberapa, hidup penuh kesederhanaan, namun jangan sangsikan nasionalisme mereka. Bermodal rasa kebanggaan dan kebangsaan yang kelewat tinggi itu, Korut mampu meningkatkan ilmu teknologinya yang membuat paranoid George W. Bush sehingga mencapnya sebagai bab dari Axis of Evil.

Kenapa si koboi Texas itu takut? Jawaban bikin bulu romanya merinding, karena mereka punya nuklir! Katanya, bila Kim Jong-il sampai ngamuk, maka nuklir Korut berjulukan Taepo Dong mampu mendarat di California. Itulah yang membuat AS lebih ngeper dengan Korut ketimbang Rusia, Iran, Pakistan, atau India.

Bagi aku, selain Albania, Angola, Lesotho, Mongolia atau Togo misalnya, Korut juga sebuah negara misterius. Tempat di mana sepertinya tak pernah ada perubahan, tak tersentuh modernisasi dan terkesan angker. Kondisi mereka begitu-begitu saja, dari dulu hingga kini. Uniknya, Angola dan Togo akan mendapat perhatian luas dunia pada 2006 berkat prestasi fenomenalnya: lolos ke Piala Dunia!

Dan bicara World Cup nyambung juga ke Korut. Sebelum Korea Selatan membuat sejarah besar pada 2002 dengan suksesnya ke semifinal, Korut duluan bikin separo isi dunia melongo dikala kejuaraan digelar di Inggris pada 1966. Bahkan apa yang diperlihatkan Korea Kapitalis, tiga tahun silam itu, masih belum bisa mengalahkan peran Korea Sosialis pada 1966, meski ujung prestasinya hanya hingga perempatfinal.

ENTAH karena makan apa sebelum tampil, tiba-tiba saja Pak Doo-ik, Pak Seung-jin, atau Rim Jung-son bermain kolam kemasukan setan yang harus membuat tim Italia terpaksa main kayu untuk menghentikannya. Dan kita semua tahu, tim berlabel Gli Azzurri itupun terperdaya. Tak pelak lagi, inilah salah satu The Biggest Sensation and The Greatest Shock in World Cup History paling ternama.

Bagi Italia, malunya nggak ketulungan. Dua kali juara dunia itu dikalahkan oleh negara antah berantah, yang dikala mendarat di St. George Airport membuat orang-orang Inggris berjejalan untuk melihat kedatangan makhluk-makhluk, mirip komentar BBC, so little known they might be flying in from outer space.

Italia benar-benar merasa tertampar. Gianni Rivera dan Giacomo Bulgarelli, dua bintang Azzurri, nyaris berkeputusan pensiun dini dari lapangan hijau. Di negaranya sendiri, dampaknya lebih dari yang dibayangkan. Kekalahan ini membuat rakyat Italia malas bekerja, uring-uringan, nggak nafsu makan, sensitif berat, frustrasi dan tidak sedikit yang jadi berperangai aneh bin ngaco.

Puncaknya, saat tiba di Bandara Genova, masyarakat Italia menghujani pasukan Azzurri dengan sambitan tomat dan telur wangi! "Enyahlah para pengkhianat bangsa!" teriak para demonstran. "Inilah lembaran sejarah paling gelap sepak bola Italia sepanjang kala," tulis koran Il Tiempo di halaman depan keesokan harinya.

Korut memang gagal ke semifinal karena kalah 3-5 dari Portugal, meski sempat unggul 3-0. Hanya berkat kehebatan Eusebio Ferreira, yang melesakkan empat gol, langkah tim yang oleh pers Inggris dijuluki Red Mosquitos itu terhenti. Namun demikian prestasi itu sontak menaikkan gengsi Korut, dan tentunya, The Great Leader Kim Il-sung di mata dunia.

Kim merasa petunjuk biar timnya bermain dengan semangat Chonlima telah berhasil. Chonlima yakni mitos klasik bangsa Korea yang berwujud pada seekor kuda yang cepat dan kuat. Membaca cerita betapa kerasnya pelatihan menjadi pemain nasional di Korut dikala itu, cukup membuat aku menggigil. Para pemain di-skrining ketat. Yang tak hapal lagu kebangsaan, alamat celaka tiga belas karena bisa-bisa disetrum. Bayangkan, disetrum! Janji setia harus dihapali tiap malam sebelum tidur sampai mata mereka lamuran.

Sang pendiri bangsa itu memang sempat murka pada timnya, tapi bukan karena kalah, tapi lebih kepada 'kelakuan kapitalis' yang dibentuk Doo-ik dan mitra-kawan sehabis menang atas Italia. Dalam novel The Last Gulag karya Pierre Rigoulot disebutkan para pemain Korut menghabiskan malam kemenangan dengan berpesta, minum-minum dan ditemani sejumlah perempuan. Saking senangnya, pencetak gol bersejarah Pak Doo-ik dan kiper Pak Seung-jin, dua jagoan Korut, menyantap dengan rakus sejumlah serangga!

Pimpinan yang jauh dengan anak buahnya tak lain seperti panglima tanpa tentara. Begitulah yang diyakini Kim. Sebelum berangkat ke Inggris, ia berkata, "Eropa dan Amerika Selatan telah mendominasi sepak bola dunia. Sebagai wakil dari ras kulit berwarna, kita, bangsa Asia dan juga Afrika, aku ingin kalian memenangkan satu atau dua pertandingan di Inggris. Saya sudah senang jikalau itu tercapai."

Ternyata sampai kapanpun juga sepak bola masih layak pakai sebagai alat perjuangan bangsa. Untuk mengangkat harkat bangsa di mata dunia dan mewujudkan kesatuan nasional. Meskipun berakar sama, namun ternyata buahnya beda. Semangat, apalagi prestasi sepak bola bangsa Indonesia telah berubah drastis, sementara bangsa Korea kian fantastis

(foto:historia.id)

Thursday, November 17, 2005

Konspirasi Nerazzurri & Zapatista: Bermotif Minyak Bumi?

Bumi Italia sempat bergetar pada medio 2005, dikala klub borjuis FC Internazionale Milano melaksanakan deal sosial-politik dengan Zapatista, gerakan perlawanan paling ditakuti di Meksiko. Apa yang dicari Massimo Moratti? Kenapa Javier Zanetti terlibat jauh pada urusan ini?
 saat klub borjuis FC Internazionale Milano melakukan  Konspirasi Nerazzurri & Zapatista: Bermotif Minyak Bumi?
Inter-Zapatista. Uang 5.000 dollar AS, ambulans, dan kostum orisinil milik Zanetti.
Futbol, bagi orang-orang Amerika Latin, yakni politico. Batas keduanya samar-samar. Selama tujuh turunan mereka dijejali stigma dan keyakinan ini didasari dogma, melalui fakta, dan memakai realitas bahwa dari sepak bola suatu pemerintahan bisa jatuh dan sebuah rezim bisa pula langgeng.

Sedikit contoh, rezim Jorge Videla terselamatkan dari amuk massa usai Argentina jadi juara dunia 1978. Di Brasil, pada 2002 pemerintahan Fernando Cardoso sempat digoyang karena sang presiden dianggap tak mampu menekan instruktur Luis Felipe Scolari untuk memanggil bintang gaek kesayangan rakyat, Romario Faria, menjelang Piala Dunia 2002.

Lalu dikala seorang jenius berjulukan Marinus Jacobus Hendricus Michels memakai prinsip itu secara simpel ke dalam strategi totaal voetbal, risikonya juga ada. Ajax dan De Oranje dengan mutlak menguasai daratan Eropa di kala 70-an. Ia dianggap jenderal beneran sesudah mengucap 'sepak bola yaitu perang!'

Di Inggris, ibu sepak bola modern, sampai kini falsafah supermanajer Liverpool, Bill Shankly, masih banyak dianut. "Football is more important than life and death to you and, I said, listen, it's more important than that!" katanya pada program talk show Live from Two di Granada Television, 1981.

Setelah dilanda tekanan selama 90 menit lebih, emosi Sir Alex Ferguson langsung tumpah dengan berkata, 'Football, bloody hell!' Ia marah tapi bangga melihat gol Teddy Sheringham dan Ole-Gunnar Solskjaer baru tiba di menit ke-91 dan 93 pada Battle of Camp Nou, Mei 1999 kontra Bayern Muenchen.

Jauh sebelumnya, Inggris pernah kena imbas dahsyat politisasi sepak bola. Lima hari usai Inggris tersingkir di Piala Dunia Meksiko, kekuasaan PM Harold Wilson roboh. Rakyat tak mengampuni mengingat sebagai juara bertahan Inggris kalah 2-3 dari Jerman, si musuh besar, pada perempatfinal di Estadio Guanajato, Leon, 14 Juni 1970.

Bisa jadi, bersandar dari gumpalan sejarah tadi, seorang Javier Zanetti mencoba merajut mimpi besar di kurun depan: jadi politikus. Karena ia salah satu orang berpengaruh di klub, il capitano Inter, ia rada leluasa menggapai obsesinya. Tak ada yang tahu bahwa lelaki berzodiak Leo kelahiran 10 Agustus 1973 ini seorang yang berjiwa revolusioner.

Emosi Zanetti terganggu sehabis markas Zapatista diserbu tentara Meksiko, April silam, lewat pertempuran sengit yang memakan banyak korban. Bayangkan, tanpa sungkan beliau mengupas bencana itu pada beberapa rekan senegaranya di kamar ganti Stadion Giuseppe Meazza.

Kiprah Moratti
 saat klub borjuis FC Internazionale Milano melakukan  Konspirasi Nerazzurri & Zapatista: Bermotif Minyak Bumi?
Javier Zanetti dan istri mengedepankan sosio-kultur.
Selang beberapa hari, laki-laki bernama El Pupi ini menyuruh istrinya, Paula, mengirim wesel sebesar US$2.500 untuk membantu rehabilitasi Villa Zinacantan yang hancur lebur. Zanetti juga minta santunan sopan santun pada Esteban Cambiasso, Kily Gonzalez, dan Julio Cruz, yang sepaham dengannya.

"Kami percaya pada dunia yang lebih baik, yang tak tersentuh globalisasi, yang kaya akan perbedaan budaya dan budbahasa-istiadat semua orang. Itulah mengapa kami mendukung anda yang terus berjuang mempertahankan akar budaya dan idealisme," begitu isi pernyataan yang juga dipaketkan.

Kasak-kusuk empat Argentina ternyata diendus Bruno Bartolazzi, seorang petinggi Inter. Bila orang ini tahu, berarti keputusan si bos besar tinggal menunggu waktu. Benar saja. Usai isu terkini 2004/05, Moratti memanggil Zanetti untuk menyampaikan hasratnya. Yang terjadi lalu, biasa terjadi. Ide dari anak buah, namun reputasi milik si bos.

Juni 2005, rombongan Bartolazzi dan Zanetti yang ditemani istri masing-masing bertolak ke Meksiko. Dalam sebuah seremoni kecil di Caracol de Oventic, Inter dan Zapatista memulai kerja samanya. Selain uang 5.000 dollar AS, sebuah ambulans, dan kostum asli milik Zanetti bernomor 4, kubu Nerazzurri juga membawa plakat yang ditandatangani Moratti. Namun, yang paling menarik bagi para pejuang Zapatista adalah paket peralatan sepak bola dari bola kaki sampai kostum.

"Kami membaca serangan ini dari koran-koran Meksiko. Bantuan ini tak seberapa, yang lebih penting ialah atensi kami pada anda semua. Pokoknya Inter tak hanya main di PlayStation atau komputer," tutur Bartolazzi dalam pesan untuk Subcomandante Insurgente Marcos, orang yang paling dicari-cari pemerintah Meksiko.

"Kami telah katakan pada mereka, masyarakat di Eropa dan serpihan dunia lainnya, agar mendukung demokrasi dan Zapatista. Seperti di sepak bola, seringkali yang kecil mampu mengalahkan yang besar," lanjut Bartolozzi, yang ucapan terakhirnya ini kelak akan diolah Marcos, sang komandan.

Subcomandante Marcos adalah julukan untuk capo kelompok Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional (EZLN), yang memperjuangkan hak-hak otonomi, wanita, demokrasi kaum Indian, penduduk orisinil Meksiko melawan neoliberalisme ekonomi dunia yang secara membabi buta mengeksploitasi sumber daya bumi Meksiko.

"Saudara-saudara Italia-ku, supaya kalian mencapai sukses besar dalam kampanye olah raga seperti ini," balas Marcos dalam sebuah surat yang dibacakan utusan EZLN. Perkembangan yang menarik yakni ketika ia melaksanakan korespondensi dengan Moratti secara panjang lebar. Siapa bergotong-royong Marcos?

Berlusconi dan Bush
 saat klub borjuis FC Internazionale Milano melakukan  Konspirasi Nerazzurri & Zapatista: Bermotif Minyak Bumi?
Hasil dari paket tunjangan Inter kepada bawah umur Indian Zapatista.
Menurut sumber intelijen Meksiko, dia yaitu Rafael Sebastian Guillen Vicente, seorang profesor filsafat dari Universidad Nacional Autonoma de Mexico (UNAM). Ia dikenal juga sebagai penulis puisi dan orator ulung serta berciri khas selalu merokok dengan pipa. Wajahnya tak pernah terlihat terang alasannya selalu menggunakan balaclavas, penutup muka, dan selalu menyandang senapan serta tinggal di hutan-hutan.

Karena dia orang berakal, maka strateginya pun pasti setuju punya. Banyak media-media di Meksiko disinyalir pro-Marcos. EZLN punya network dengan sejumlah oposan terkenal untuk melawan kapitalisme dan antiglobalisasi mirip IRA dan Basque. Namun, jalinannya dengan kapitalis Moratti bikin orang bertanya-tanya. Siapa memakai siapa?

"Dunia sepak bola terus berevolusi. Namun, suatu ketika nanti ia tak lagi jadi industri atau perusahaan, tapi akan kembali ke sebuah permainan memikat yang pernah dibentuk untuk mengikuti perasaan anda," kata Marcos dalam suratnya pada Don Massimo. "Sepak bola telah menjadi sarana penting untuk tujuan penting. Ia seperti melawan kemapanan, dipenuhi kejutan. Setiap revolusi dimulai dari kotak penalti sendiri dan diakhiri di gawang lawan," balas Moratti, setengah berfilsafat.

Marcos dan Moratti oke Inter dan Zapatista akan melakukan dua kali pertandingan persahabatan. Di Italia, Marcos minta digelar di Roma, sedang di Meksiko ia telah menyiapkan Stadion UNAM. "Wah, aku bahagia sekali. Saya siap main di sini atau di sana," komentar Zanetti waktu itu.

Yang lucu dari isi surat tersebut ialah permintaan Marcos semoga Inter jangan lupa membawa banyak bola karena bola yang ada sudah pecah semua balasan sepatu-sepatu lars kami. Il Coomandante Marcos juga ingin Moratti oke dengan penunjukan Diego Maradona jadi wasit, Jorge Valdano dan Javier Aguirre, eks instruktur nasional Meksiko, sebagai asisten wasit serta legenda Brasil, Socrates, sebagai wasit cadangan.

Walau misinya jelas, mendirikan kampus sepak bola Inter di Meksiko, namun terus jelas gerakan Moratti ini sempat meresahkan deputi kantor PM Italia Silvio Berlusconi. Si pemilik AC Milan ini memegang nota kerja sama ekonomi dan terikat beberapa pakta bisnis antara pemerintah Italia dan Meksiko. Di sisi lain publik Italia pun tahu Moratti yakni baron minyak numero uno.

Serunya lagi, memang perut bumi Chiapas, di selatan Meksiko itu, dikenal berisi kandungan minyak yang potensial selama puluhan tahun! Media massa di Italia pun merasa kecolongan. Namun kehebohan akbar menerpa pemerintah Meksiko dan AS sehabis majalah The Christian Science Monitor memuat artikel It Will All Be Made Clear in the Next Zapatista Memo pada 2 Agustus 2005.

Lewat pemeriksaan langsungnya, Hugh Dellios, juga menulis artikel Masked Rebel Leader Has a New Cause in Mexico di koran Chicago Tribune pada 14 Agustus 2005 seraya memuat isi surat Moratti kepada komandan Marcos yang bocor. Konon Presiden George Walker Bush, yang moyang keluarganya pengusaha minyak, merasa tersinggung, hingga-sampai beliau membahas khusus agresi Inter, Moratti, dan Zanetti di Meksiko dengan Berlusconi dan Presiden Vicente Fox. Tidak di mana-mana, asal ada anyir duit, orang-orang penting pun mendekat dan mengendus.

(foto: laaficion/sempreinter/inter)

Sunday, October 2, 2005

Jose Mourinho Di Israel: Promosi Gratis Dan Meraih Reputasi Gres

“Shalom lekulam, Salam alekom… I am not a man of lectures. I am a man of the field...,” begitu beberapa patah kata pembuka laki-laki bernama Jose Mario dos Santos Mourinho Felix pada kumpulan orang terpandang di Hotel Dan, Tel Aviv, suatu hari di simpulan Maret 2005.
pria bernama Jose Mario dos Santos Mourinho Felix pada kumpulan orang terpandang di Hotel  Jose Mourinho di Israel: Promosi Gratis dan Meraih Reputasi Baru
Paling hebat tebar pesona.
Bermodalkan pressao alta sebagai beautiful game, sistem ciptaannya yang kini dimainkan Chelsea, terperinci sekali Jose Mourinho datang ke Israel dengan kepala tegak, percaya diri. Ia telah siap memberi perlawanan sengit kepada FA dan UEFA, yang terus memusuhinya belakangan ini. Juga kepada semua orang yang tak menyukai Chelsea. Sebuah kampanye gratis.

Dia paham benar bahwa anjangsana-nya ke Tel Aviv itu telah diketahui bahkan didukung Sekjen PBB Kofi Annan serta mantan Presiden AS Bill Clinton. Kedua tokoh dunia itu bilang mungkin hanya dengan memakai isu olahraga perdamaian di Tanah Suci bisa disatukan kembali. Untuk itu, Mourinho pun tahu harus berterima kasih kepada siapa.

Manajer dengan honor termahal di dunia itu diundang oleh Shimon Peres, yang mengetuai Peres Centre for Peace, sebuah organisasi sosial yang dikreasi oleh eks PM Israel tersebut. Brand Chelsea yang membubung ke Timur Tengah — berkat sepak terjang andal Pini Zahavi si anak Tel Aviv dan Roman Abramovich si Yahudi Rusia — mengakibatkan manajer paling populer dan paling kontroversial di dunia itu sekalian berpromosi gratis sebagai peacemaker, tokoh perdamaian.

Mimpi Peres ialah menyatukan belum dewasa Palestina dan Israel dalam satu wadah di mana pada suatu ketika di bawah satu panji olah raga, terutama sepak bola, mampu mencairkan ketegangan 'ribuan tahun' antara Yahudi dan Arab. Boleh jadi dia beruntung mampu mengundang orang yang klop, dikenal piawai bermain konflik, ialah Mourinho, agar upayanya kedengaran dunia dan lebih nendang. Seberapa besar imbal baliknya tentu sudah dipikirkan. Ini gaya Yahudi.

Maka tanpa basa-busuk, di depan pers Peres mempromosikan sekaligus merekomendasikan laki-laki yang dibayar 5 juta pound per tahun oleh Chelsea itu. Yang terperinci tokoh politik Yahudi yang 'agak adem' itu menyebut kerjasamanya dengan Mourinho sebagai “a beautiful project”. “Pengalaman dan keterampilan diplomatiknya membuat hasrat saya untuk melibatkan ia di proyek ini semakin besar,” papar Wakil PM Ariel Sharon itu.

“Mourinho ialah figur internasional yang penting dan idenya untuk datang ke sini mengilhami kami untuk menolong perkembangan bawah umur kami,” timpal Dr. Ron Pundak, Direktur Peres Centre yang juga sejarawan bidang regional, tanpa tedeng aling-aling.

Soal Chelsea

pria bernama Jose Mario dos Santos Mourinho Felix pada kumpulan orang terpandang di Hotel  Jose Mourinho di Israel: Promosi Gratis dan Meraih Reputasi BaruDi Tel Aviv Mourinho melakukan banyak kegiatan lain. Bermain a five-a- side football, singgah di Stadion Vinter di Ramat Gan untuk memotivasi 200-an anak-anak Palestina dan Israel, serta memberi kuliah umum. Dengan pede-nya yang populer itu, Mourinho berpidato di depan tokoh-tokoh Israel dan Palestina. Momen ini diliput oleh lebih dari 100 media cetak dan elektronik dari seluruh dunia. Seperti ciri khasnya, Mourinho segera bicara tajam, pribadi, dan obyektif. Ia membeberkan diam-diam kesuksesan tanpa sungkan dan pretensi. Mengajari orang dengan segala cara untuk mencapai sukses, bicara soal keberanian atau perdamaian, dan keinginannya di era tua. Berikut petikannya:

“Awal kesuksesan pada ketika membangun sebuah tim ialah Anda harus memikirkan apa pun secara mendetail. Kesuksesan bukan saja soal keberuntungan, tetapi juga soal bagaimana kesiapan untuk sukses. Setiap aku gres menangani sebuah klub, yang aku dahulukan ialah membangun organisasinya.

“Memang klub besar seperti Chelsea sudah terorganisasi dengan baik. Namun, aku tetap menginginkan kejelasan posisi aku di sana, harus tahu wewenang dan susukan-terusan eksklusif aku. Saya tak akan menjadi manajer ahli tanpa orang-orang hebat di sekitar saya.

“Semua harus merasakan ambisi yang sama. Tim yang menjadi bintang, bukan pemain. Jika Anda tidak bisa mengomunikasikan ambisi pada para pemain, Anda tidak akan mampu membawa filosofi Anda pada mereka, pada tim. Di Chelsea, kami punya pemain dari 13 negara berbeda. Beda budaya, beda bahasa, namun kami tetap punya komunikasi spesial melalui sepak bola.

“Kreasilah filsafat Anda sendiri. Tentunya ini mampu dipelajari dari para pelatih. Dengarkanlah, dapatkan informasi itu, namun saya ingatkan; jangan menjiplak semuanya. Ambilah beberapa yang baik, lalu kreasikanlah filosofi Anda sendiri. Kehebatan para pemain bukan karena mereka bekerja dengan saya, tapi karena mereka merealisasikan prinsip-prinsip tadi. Itulah esensi sepak bola.

Soal Perdamaian

“Sepak bola yang manis mampu tiba dari kalangan bawah, grass roots. Tempat lahirnya street football contohnya. Dari mana munculnya bakat-bakat ahli mirip Pele, Eusebio, Ronaldo? Dari jalanan. Dengan mudah kita bisa mengambilnya untuk dipadukan ke dalam pengembangan di sebuah klub. Kendala yang tiba dari situ biasanya ialah soal iktikad diri. Namun, kami mampu mengatasinya sebatas pemain itu yaitu para pemain muda.

“Ini ialah kunjungan saya yang pertama ke Israel dan aku telah menemukan keindahan dan sebuah tempat spiritual. Kadang, sepak bola acapkali menggunakan terminologi ‘pertempuran’ untuk menggambarkan permainan di lapangan.

pria bernama Jose Mario dos Santos Mourinho Felix pada kumpulan orang terpandang di Hotel  Jose Mourinho di Israel: Promosi Gratis dan Meraih Reputasi Baru"Kita bicara kepahlawanan, perjuangan, keberanian; semua itu menjadi kesan dikala datang ke sebuah kawasan seperti Israel. Meski terdengar mengerikan atau sebagiannya benar, namun membuat kita jadi merendah alasannya ketidakpantasan bahasa itu. Faktanya kesuksesan Israel bisa menahan seri Irlandia (di Pra Piala Dunia 2006) karena tim itu diperkuat oleh beberapa pemain berdarah Arab. 

"Ini bukti bahwa kolaborasi untuk tujuan utama didapat melalui perdamaian dan ketenangan. Biarlah itu menjadi pelajaran kita semua. Keberanian yakni perjuangan membawa perdamaian ke dalam sebuah komunitas yang hubungannya ringkih. Ini milik Anda yang ada di sini semua, bukan saya. Oleh alasannya adalah itu proses pembangunannya sedapat mungkin dimulai semenjak kanak-kanak. Apabila bisa dicapai melalui olah raga, hal ini sangatlah ahli di lalu hari.

“Kekuatan yang kita miliki untuk mengubah dunia melalui sepak bola tidak mampu diremehkan. Walaupun sudah kembali lagi ke Inggris, saya akan tetap memikirkan Anda semua yang bekerja di sini. Saya berterima kasih pada (PM) Shimon Peres untuk kunjungan ke Tel Aviv ini dan untuk pekerjaan pada organisasi mahir ini.

“Pekerjaan (sosial) mirip ini amatlah berbeda pada dunia olah raga yang saya geluti. Di dunia saya, kita merasa menjadi orang-orang yang penting. Namun, pada kenyataannya orang-orang mirip Anda inilah yang jauh lebih penting. Di sini, sepak bola telah digunakan sebagai alat sosial yang baik. Ini jauh lebih penting ketimbang sepak bola itu sendiri dan aku berharap akan diundang ke sini lagi suatu saat karena saya sudah menyatu dengan pekerjaan ini.

“Akhir kata, proyek ini mampu membuat saya memikirkan ulang lagi kehidupan saya di sepak bola sehabis berakhir. Saya ingin sekali terlibat dengan hal seperti ini di kemudian hari, di semua daerah yang berbeda di seluruh dunia.”


⏭ SEKILAS JOSE MOURINHO


👉 Lahir 26 Januari 1963 di Setubal

👉 Ayahnya, Jose Manuel Mourinho Felix, ialah seorang kiper yang pernah bermain 143 kali untuk Vitoria Setubal dan 131 kali untuk Belenenses, serta sekali membela tim nasional Portugal pada 1972.

👉 Dijuluki Tradutor (penerjemah)

👉 Bergaji 5 juta pound atau 7,5 juta euro di Chelsea

👉 Mourinho adalah bintang iklan kartu kredit American Express Co. Menurut France Football, Mourinho kehilangan bonus besar sesudah Chelsea disingkirkan Liverpool di semifinal Liga Champion 2004/05.

👉 Empat orang terpenting di sekitarnya ialah rekan-rekan lamanya di FC Porto: Baltemar Brito, tangan kanannya merangkap tangan kanan; Rui Faria, pelatih kebugaran; Andre Villas, kepala pencarian bakat; dan Silvino Louro, pelatih kiper.

👉 Prinsip utama Mourinho di sepak bola yaitu pressao alta atau high pressure alias menekan lawan seketat mungkin.

(foto: bc.net/telegraph/cyc.net)