Saturday, February 19, 2005

Formula 1 Dan Football (3-Habis): Ikon Bisnis Olah Raga

Waktu Michael Schumacher mendermakan uangnya US$ 10 juta untuk korban tragedi tsunami di Aceh, sah-sah saja banyak kalangan terhenyak. Luar biasa dermawannya orang ini. Pasalnya, orang terkaya nomor satu di dunia saja, Bill Gates, 'cuma' menyumbang US$ 3 juta. Lalu 20 klub Premiership, yang di dalamnya terdapat barisan klub terkaya di dunia, jauh di bawah itu, totalnya 'hanya' US$1,92 juta.
Waktu Michael Schumacher mendermakan uangnya US Formula 1 dan Football (3-habis): Ikon Bisnis Olah Raga
Pele dan Schumi, siapa yang tak kenal dua ikon sports ini?
Sumbangan Schumi, yang jikalau dikurs mendekati Rp 100 milyar, adalah 1/8 dari total penghasilannya yang diraihnya secara bersih dan sportif, yang didapat dari kerja keras sambil menyabung nyawa, bukan dari hasil korupsi seperti pebisnis dan penguasa bermental keparat.

Juara dunia 7 kali Formula One itu ialah atlit kedua, sesudah pegolf AS, Tiger Woods, yang berpenghasilan terbesar di dunia versi majalah Forbes yang dilansir medio 2004. Schumi hanya kalah US$ 300 ribu, namun sudah bikin lebih banyak didominasi rakyat AS terbelalak karena lebih kaya dari bintang football kenamaan Peyton Manning serta maestro bola basket Michael Jordan, yang sangat mereka banggakan itu.

Apalagi menurut Motor Trend, Schumi yakni orang ke-12 di dunia yang akan menciptakan dunia otomotif secara sport ataupun industri semarak di 2005. Dari 50 besar power list rank majalah beroplah 1,1 juta eksemplar dan tingkat readership-nya 7 jutaan itu, penggemar Michael Jackson dan Tina Turner itu mengatasi orang-orang top otomotif dunia.

Salah satunya ialah CEO Nascar, Brian France, di urutan 41, kemudian Richard Parry-Jones (wakil presiden Ford Motor Company Group, 45). Bahkan Bernie Ecclestone, CEO F1, juga Jean Todt, eksekutif tim Scuderia-Ferrari, ada di posisi 20 dan 23. Takeo Fukui, CEO Honda Motors Ltd., di 18. Spektakulernya lagi, Schumi juga membawahi dua pentolan General Motors (GM), Gary Cowger, presiden sekaligus wapres dan membawahi divisi Amerika Utara (14) serta Carl Peter Forster, Presiden GM Eropa (31). 

Waktu Michael Schumacher mendermakan uangnya US Formula 1 dan Football (3-habis): Ikon Bisnis Olah Raga
Lukas Podolski dan Schumi, sesama Jerman.
Tapi jangan bertendensi lain mengingat kontribusi yang diberikan GM untuk korban tsunami sebesar US$ 1 juta. Schumi berandil besar atas terciptanya rekor fantastis, 57,7 miliar orang yang menonton F1 selama 1999. BBC menabalkannya sebagai The Planet's Most Watched Person. Kalau begitu memang alangkah dahsyatnya feed-back diberikan dari Formula 1.

Hubungan Bisnis

Orang boleh terheran-heran, tapi benarkah F1 paling gemerlap di antara olah raga lain? Di Eropa, bisa jadi, alasannya adalah di sanalah lahan tersuburnya. Dunia balapan memang selalu bersaing dengan cabang lain soal uang. Sepak bola, tinju profesional, tenis, golf atau reli.

Di Britania, salah satu tempat paling kondusif sports professionality, selain pesepak bola, atau pegolf, para pembalap juga berjaya. David Coulhardt dan Jenson Button, selalu masuk daftar teratas dan bersaing dengan David Beckham, Tim Henman, Nick Faldo, juga Lennox Lewis atau Nasim Hamid.

Pereli Colin McRae, Richard Burns serta pembalap kart Dario Franchitti, ialah juga pelanggan tetap pay list horribilis. Malahan alumnus Formula One, Eddie Irvine, posisinya masih terhormat. Pada 2002, eks pembalap Ferrari ini berada di bawah Beckham, ikon sports-celebrity sejagat.

Saking hebohnya, The Sunday Times pernah membuat headline berjudul: "How Beckham beat the Queen?" Soalnya, gelandang kanan Manchester United ketika itu berpenghasilan £ 15,5 juta setahun, sementara Ratu Elizabeth II £ 15,2 juta! Walhasil, euforia Becks-mania pun melanda dunia.

Rumahnya disebut istana "Beckhingham' menyindir Buckhingham Palace, fenomenanya menerpa industri apa saja dan menciptakan United melahap global marketing olah raga. Dan demi tak melawan arus atau menentang opini publik serta menjaga suasana di tubuh timnya, pelatih Sven-Goran Eriksson menunjuk Beckham sebagai The New Heart of Lion alias kapten gres tim nasional Inggris di World Cup.

Waktu Michael Schumacher mendermakan uangnya US Formula 1 dan Football (3-habis): Ikon Bisnis Olah Raga
Becks dan Schumi. Punya hobi sama.
Hubungan Beckham dengan Schumi, terperinci, lebih dulu di setting bisnis. Siapapun di belakangnya, modalnya lantaran wajah keduanya yang dikenal di mana-mana, bahkan dua jam selepas beraksi di stadion atau sirkuit yang dipelototi 300-400 juta penghuni dunia tiap pekannya.

Hari ke hari, minggu ke ahad, bulan ke bulan, rasanya mustahil orang lupa pada wajah ganteng tapi kerap berubah-ubah dan yang sering ditutupi helm itu. Di Cina, negeri semilyar insan, cuma ada tiga atlit lokal yang bisa menyaingi popularitas Beckham, Ronaldo, Zinedine Zidane dan Schumacher, ialah Yao Ming, Li Ning, atau Fan Zhi Yi! 

Padahal keduanya beda sifat. Schumi yakni raja yang gemar memberi, penuh sosialita, terbuka dan hidup sederhana untuk ukuran seorang King of F1. Di tengah kesibukan, ia masih menjadi salah satu duta besar PBB. 

Kepentingan Abadi

Sedang Beckham dikenal tertutup, berdarah metroseksual, dan hidupnya cenderung hedonis. Namun persamaannya juga ada. Keduanya bermental juara dan sama-sama seorang suami dan ayah yang ideal. Tanpa harus membandingkan perangai istri masing-masing, Corinna dan Victoria, walhasil kunci sukses mereka tampaknya adalah keharmonisan keluarga.

Michael acapkali tiba ke Old Trafford, atau berlatih olah raga kesukaannya itu dengan para pemain United. Begitu pun Becks. Pada 2002, ia pernah memimpin delegasi bintang Red Devils ke Maranello, markas besar tim Scuderia-Ferrari. Kabarnya gara-gara Becks terobsesi dengan mobil Ferrari Modena 360. Di sirkuit milik Ferrari di kota Fiorano, dia juga mencoba kendaraan beroda empat F-2002 di bawah kode langsung Schumi.

Waktu Michael Schumacher mendermakan uangnya US Formula 1 dan Football (3-habis): Ikon Bisnis Olah Raga
Kaka dan Clarence Seedorf menguntit Schumi.
Schumi jarang mengeluh atau kesal, bahkan saat didera kegagalan, goresan, atau mobilnya yang bermasalah waktu balapan. Sekali waktu, beliau pernah cedera lutut, yang celakanya terjadi sesaat ingin berlatih dengan Beckham di daerah latihan United, Carrington. Reaksi Schumi terang. Bukan main terpukulnya. "Amat kecewa. Telah usang saya menanti, namun kata dokter jikalau nekat, lutut saya tambah parah," katanya. Schumi amat menggilai sepak bola sampai-sampai dia masuk klub 'tarkam' dan ikut kompetisi di kediamannya di Swiss.

Siapa yang ada mengorkestrai sensasi waktu itu? Anda benar. Vodafone. Tingkat exsposure perusahaan telkom asal Inggris ini terang kian menyala dengan menggandeng bareng Ferrari dan Manchester United, yang sama-sama merah, sesuai dengan rona merah menyala Vodafone. Keduanya juga punya Schumi dan Becks yang lagi-lagi berkostum merah.

Kocek yang dirogoh Vodafone untuk dua jargon tim dan dua ikon paten ini, hampir berjumlah US$ 200 juta. Tepatnya, 150 juta untuk Ferrari selama empat tahun, yang akan habis selesai 2006, serta sisanya 50 juta untuk mensponsori United. Sekali dayung, dua pulau terlampaui, mungkin prinsip Vodafone waktu itu. Dua maskot ada di bawah satu bendera.

"Beckham dan Schumacher ialah dua bintang olah raga paling populer di dunia. Amat fantastik memberi mereka kesempatan saling mencicipi kariernya. Kami selalu berusaha mengembangkan pemasaran dengan cara yang paling menarik," kata pernyataan resmi Vodafone waktu itu.

Ada pepatah populer yang bilang bahwa tiada persahabatan yang awet selain kepentingan. Schumi dan Becks menyadari hal ini. Meski Beckham kini di Real Madrid dan kontra secara bisnis, nyatanya mereka tetap berteman dan bersepak bola-ria. Mereka kini justru membaliknya, tiada kepentingan yang kekal selain persahabatan.

Top 10 Sportsman Earn 2004


01. TIGER WOODS                 Golf           $80.3  02. MICHAEL SCHUMACHER          Formula 1      $80.0  03. PEYTON MANNING              Football       $42.0  04. MICHAEL JORDAN              Bola Basket    $35.0  05. SHAQUILLE O'NEAL            Bola Basket    $31.9  06. KEVIN GARNETT               Bola Basket    $29.7  07. ANDRE AGASSI                Tenis          $28.2  08. DAVID BECKHAM               Sepak Bola     $28.0  09. ALEX RODRIGUEZ              Bisbol         $26.2  10. KOBE BRYANT                 Bola Basket    $26.1
 * dalam juta dolar, sumber: Forbes

(foto: telegraph/motorsport/chinadaily/fumanchuesportes)

Formula 1 Dan Football (2): Show Me The Money!

Di Inggris, Frank Lampard dan Sol Campbell dibayar £100 ribu (Rp 1,7 milyar) sepekan atau sekitar £5,2 juta (Rp 85 milyar) setahun. Sedangkan honor dua pembalap top Britania, Jenson Button dan David Coulthard, masing-masing sekitar £5,5 juta (Rp 94 milyar) pertahun.

 Frank Lampard dan Sol Campbell dibayar  Formula 1 dan Football (2): Show Me The Money!
Bernie dan Arsene Wenger, sama-sama jago lihat duit.
Sementara itu, rata-rata gaji guru di Inggris yakni £20 ribu (Rp 340 juta) setahun. Ini berarti, pesepak bola dan pembalap punya nilai ekonomis 260-275 kali dari seorang guru. Kisarannya tentu jauh melambung lagi kalau komparasi sampai ke dua figur olah raga terbesar di dunia, Michael Schumacher (sekitar £20 juta) dan David Beckham (£6,5 juta). Mana yang penting buat anda? Atau iseng-iseng, tanyakanlah pada anak Anda, mana yang lebih dipilih. Menjadi bapak-ibu guru, Schumacher, atau ingin mirip Beckham?

Analogi ini barangkali keterlaluan, sangat dramatis. Tapi faktanya, dari alasan itulah, mungkin, yang membuat puluhan juta bawah umur dan dewasa di Inggris 'berusaha' ingin seperti Schumacher dan Beckham. Lebih dari mimpi atau hasrat. Apapun akan dilakukan. Dunia bisnis pun menggeliat liar. Ini pasar besar, ini peluang, ini tantangan, dan ini kekuasaan. Mari kita bicara bisnis!

Kecuali di AS dan Kanada, sepak bola dan Formula 1 memang menjadi dua penguasa dunia olah raga berdasarkan jumlah audience dan tetek-bengek bisnis di sekitarnya mulai dari advertising, sponsor, promosi, marketing secara global. Popularitas adalah kata kunci.

Globalisasi F1 dimulai saat 120-200 ribu orang menjejali grandstand tiap Grand Prix digelar. Lalu kalikan angka ini dengan 18 seri per-tahun mulai Maret hingga Oktober. Atraksi tak hanya dinikmati di dalam sirkuit. Ia melebar ke mana-mana. Minimal 100-an juta penonton loyal yang memelototi TV di 150 negara. Tak heran jikalau secara global, tiap tahun F1 meraup penghasilan higienis $2 milyar AS atau senilai Rp 19 trilyun, yang dominan diraih dari hak siar TV dan iklan. Ini di luar hitung-hitungan yang diraih setiap tim dan masing-masing pembalap.

Kaprikornus bukan problem apabila di tiap musim Ferrari menggelontor bujet sekitar $300 juta AS (Rp 2,85 trilyun). Yang akan diraih lebih dari itu. Saking prospektifnya, F1 juga telah dijamin komersialisasinya 105 tahun ke depan, sampai 31 Desember 2110, usai penekenan kontrak rights sebesar $360 juta AS (Rp 3,4 trilyun) pada Mei 2004.

Perlawanan AS

Sementara itu sepak bola juga makin mengukuhkan diri sebagai tambang uang dunia. Modalnya ialah jumlah audience tahunan di TV yang mencapai 4 milyar orang. Menurut FIFA, sepak bola setidaknya dimainkan oleh 1 milyar orang di seluruh dunia. Terdiri dari 250 juta pemain aktif, termasuk 40 juta-nya perempuan dan 80%-nya orang muda. Dari jumlah itu, cuma 0,2 % diisi oleh pemain profesional.
 Frank Lampard dan Sol Campbell dibayar  Formula 1 dan Football (2): Show Me The Money!
Ronaldo dan Button, berhubungan demi kejayaan glamor.
Uang yang mengalir di sepak bola juga sungguh 'mengerikan'. Kontrak tiga tahun untuk hak siar English Premier League saja mencapai $ 2,4 milyar dolar AS atau mendekati angka Rp 24 trilyun! Tinggal AS, satu-satunya wilayah yang belum ditaklukkan F1. Tak heran bila mulai musim 2005, Bernie sekarang memakai jasa DIC Entertainment dan Wasserman Media Group (WMG), konsultan manajemen dan marketing terkemuka yang bergerak di bidang olah raga dan hiburan.

Kedua perusahaan ini dikenal punya koneksi dengan CBS, jaringan pemegang hak siar olah raga di AS. Hasilnya, mulai 24 April, ratusan juta orang di AS bisa menikmati F1 setidaknya untuk empat seri, sejak San Marino, Catalunya, Montreal, dan Nurburgring.

WMG, yang berkantor pusat di Los Angeles, biasa bergaul dengan atlit dan pemusik, mulai dari superstar Travis Pastrana hingga grup musik Coldplay. Dua pihak yang terakhir kali jasa menggunakan WMG adalah Emirate Airlines dan Arsenal tatkala melakukan kontrak naming rights sebesar $180 juta dolar AS. Pelanggan setia WMG lainnya ialah Juventus.

Sedangkan DIC, berbasis di California, yaitu penguasa hiburan kartun. Produk-produk mereka antara lain Inspector Gadget, Strawberry Shortcake, Sabrina, Madeline, Liberty's Kids, Where On Earth Is Carmen Sandiego?, Sonic The Hedgehog, Super Mario Bros dan Care Bears.

Soal olah raga AS memang sulit dikalahkan, cenderung superlatif. Paul McCartney, legenda hidup The Beatles, bahkan terang-terangan bilang, "Tak ada yang sebesar Super Bowl". Putaran akhir National Football League (NFL) alias 'sepak bola Amerika' ini ialah magnet uang paling global. Bayangkan, tarif iklan selama 30 detiknya saja $2,4 juta AS atau sekitar Rp 22,8 milyar. Jumlah ini bahkan empat kali lebih mahal dibanding akhir Liga Champion sekalipun!

Di sepak bola, rata-rata tarif iklan spot 30 detik di ITV ketika Liga Champion cuma sebesar $188 ribu atau Rp 1,7 milyar. "Tapi mampu lebih mahal tiga kali lipat jikalau yang main Manchester United atau Chelsea," ucap Steve Bignall, dari Mindshare Worldwide, top konsultan yang berbasis di London.

RAPBN Indonesia

Padahal ada 59 jenis iklan yang masuk, mulai dari McDonalds hingga General Motors. Walhasil dari iklan saja, SuperBowl menangguk $141,6 juta setara dengan Rp 1,4 trilyun. Bandingkan dengan Grand Prix Monaco, inti perhelatan F1, yang 'cuma' menyetor $70 juta AS. Gilanya lagi, iklan di SuperBowl itu masih sangat jauh dibanding pemasukan hak siar pay-per-view, $56 juta, yang digaet Time Warner-HBO dikala Bernard Hopkins meng-KO Oscar De La Hoya, September silam.

Jika kontrak hak siar NBA selama 6 tahun dengan ABC/ESPN dan Time Warner's TNT bernilai $4.6 milyar, maka kontrak untuk NFL 1998-2006, yang diteken Fox, ABC (Walt Disney Co.'s), ESPN, dan CBS (Viacom Inc.'s), mencapai $17,6 milyar AS atau Rp 167,2 trilyun! Sebagai komparasi, RAPBN Indonesia di 2005 adalah Rp 377 triliun, di mana Rp 123 trilyun-nya dialokasikan untuk membayar hutang. Nah, laba dari bisnis olah raga ternyata bisa 'menciptakan' negara baru!
 Frank Lampard dan Sol Campbell dibayar  Formula 1 dan Football (2): Show Me The Money!
Jenson Button dan David Beckham. Idola dua bisnis. 
Sepak bola mempunyai penggemar nomor satu di dunia, tapi tidak dari segi bisnis. Pasalnya, kontrak termahal dalam sejarah sepak bola, tiga tahun dari B-Sky-B untuk English Premier League, itu cuma sepersepuluhnya dari NFL atau $1,88 milyar AS (Rp 17,86 trilyun)! Pun di Liga Champion. Uang yang telah terkumpul di kas UEFA dari hak siar dan iklan untuk tamat Liga Champion 2004/05 di Istanbul, 25 Mei mendatang, 'cuma' mencapai 900 juta Swiss Francs setara dengan $754 juta AS (Rp 7,16 trilyun).

Kemenangan Amrik juga terjadi di arena sports-betting. Menurut Nevada Gaming Comission, uang yang berputar di ajang Super Bowl 2004 mencapai $81,2 juta AS, sedang kata Graham Sharpe dari William Hill, total uang yang beredar untuk akhir prestisius Liga Champion antara FC Porto vs AS Monaco berjumlah $ 18,8 juta AS.

Jika gebyar sepak bola dengan rekor audience-nya bisa tersaingi, apalagi F1? Apalagi kesan bahwa F1 cuma 'sandiwara' belaka atau kian boring menguat. Bahkan ada yang yakin, kala depan F1 sebentar lagi akan punah seiring dengan munculnya ajang tandingan yang lebih 'membumi', Grand Prix World Championship (GPWC) pada 2008.

"Saya tak sependapat pernyataan kala depan Formula 1 kacau. Dari studi marketing kami, Formula 1 masih berperang dengan sepak bola dan atletik menjadi olah raga nomor satu di dunia, di mana tingkat pertumbuhannya sekitar 5% per tahun. Inilah yang menciptakan kami mau bermain di Formula 1," tangkis John Howett, presiden Toyota Motorsport di sela-sela launching kendaraan beroda empat andalan tim Toyota, TF105, belum lama ini.

Betul, namanya juga bisnis! Tokoh fiktif Hollywood, Jerry Maguire, saja selalu bilang "Show Me The Money", dan orang Betawi juga punya jargon "Ada uang, kakak sayang. Nggak ada uang, kakak ya...ditendang aja!"

(foto: motorsport.com/goal/ronaldo7)

Formula 1 Dan Football (1): King Bernie Berfalsafah Sepak Bola

Oleh Slavica, istri keduanya yang orang Kroasia, ia kerap disapa Si Napoleon. Jangan salah duga, ini bukan melulu lantaran tinggi tubuhnya yang 160 cm, tapi lebih ke besarnya kekuasaan dan semangat hidupnya yang tak pernah padam. Lalu lalu, ternyata ada benarnya.
 ini bukan melulu lantaran tinggi tubuhnya yang  Formula 1 dan Football (1): King Bernie Berfalsafah Sepak Bola
Bernie: L'F1 C'est Moi.
Bernard Charles Ecclestone, lahir di Ipswich, 28 Oktober 1930, adalah owner, presiden sekaligus Chief Executive Officer (CEO) dari FOM (Formula One Management) dan FOA (Formula One Administration), dua tubuh penyelenggara F1, sehingga secara matematis F1 yakni dirinya sendiri.

Jika Raja Louis XIV pernah mendaulat dirinya L'Etat Cest Moi, negara adalah saya, maka King Bernie berhak pula bilang L'F1 C'est Moi, Formula 1 yakni aku! Dialah diktator sebuah organisasi olah raga dan bisnis dengan kekuasaan absolut. Tidak Sepp Blatter, godfather-nya FIFA, bukan pula Jacques Rogge, bos IOC (Komite Olimpiade Dunia). Seperti Napoleon, Bernie memang seorang kaisar di pentas olah raga, dalam arti sesungguhnya.

Jika Napoleon Bonaparte berjuluk Empereur des Francais, maka secara niscaya Bernie Ecclestone yakni The Emperor of Formula One. Keduanya juga punya doktrin yang seperti. Prinsip Napoleon yakni tak mau berperang jika tentaranya berperut kosong. Sedangkan falsafah Bernie: mutlak enggan menggerakkan F1 tanpa (melihat) uang.

Sejak kecil laki-laki Yahudi ini memang sudah berbakat entrepreneur dan pemuja dimensi kecepatan. Ke sekolah, ia selalu naik kereta pagi-pagi sembari membawa roti jualannya. Pulang sekolah sempat-sempatnya ia jualan kuliner lainnya, sehingga sejak kecil Bernie amat terbiasa dengan fulus, nekat potong kompas demi memendekkan tujuan hidup. Di usia 16, Bernie memilih drop-out dengan alasan semoga leluasa mencari uang untuk modal balapnya.

Kariernya di dunia balap dimulai pada 1951. Bernie sudah ikut Grand Prix Monaco pada 1958, tatkala negaranya masih berkabung atas 'Tragedi Muenchen' adalah peristiwa jatuhnya pesawat rombongan Manchester United yang banyak menewaskan para bintangnya.

Tahun bersejarah dalam kehidupan Bernie yaitu 1971. Saat itu dia membeli tim elite, Brabham, yang dipunyai juara dunia tiga kali Jack Brabham. Lalu mendirikan FOCA, yang memonopoli unit usaha truk pengangkut tiap lomba F1. Pada 1988 beliau menjual Brabham. Pada 1997 beliau menciptakan rekor dunia sebagai administrator bergaji termahal di dunia, $80 juta AS. Ditambah dengan jabatan barunya sebagai wakil presiden FIA, kekuasaan Bernie bahkan lebih luas ketimbang temannya, Max Rufus Mosley yang lalu menjadi Presiden FIA.


 ini bukan melulu lantaran tinggi tubuhnya yang  Formula 1 dan Football (1): King Bernie Berfalsafah Sepak Bola
The Emperor of Formula One.
Era kejayaan Bernie terjadi di awal 1990-an setelah mengontrol total hak siar dan komersial Formula 1. Mulai dari yang bernilai $50 AS sampai $50 juta AS tak pernah lepas dari pengamatan. Saat itu tiap F1 digelar ada 200 juta penonton di seluruh dunia. "Dia senang berargumen bahwa dua tambah dua bisa menjadi lima. Jika sudah membidik sesuatu, ia terus maju dan pantang menjilat ludahnya," kenang Nikki Lauda, yang pernah menjadi anak buahnya di Brabham.

Seperti Napoleon, beliau juga tak pernah berhenti perluasan. Sekitar 1995-96, dengan modal £54 juta Bernie berjuang membawa Formula 1 masuk di lantai bursa. Keinginan ini ditentang Uni Eropa karena F1 dianggap sebuah monopoli. Tak habis nalar, dengan 50% sahamnya di FOM, dia bikin perusahaan gres bernama SLEC, kependekan dari nama istrinya.

Bernie juga punya banyak sahabat, mulai dari tukang pasang ban, pembalap, pesohor olah raga, formasi pemain film dan aktris, sheikh, pejabat tinggi negara, wartawan hingga orang-orang yang paling manis dan tampan di dunia ini atau kalangan akil pandai sejagat. Kekuasaannya di jagat balap kendaraan beroda empat membuat banyak kepala negara merengek-rengek di hadapannya demi disetujuinya menjadi tuan rumah grand prix.

Bernie memang jenius. Ia selalu berpikiran strategis dan futuristik, penuh perhitungan, pekerja keras serta berani ambil resiko persis mirip Napoleon dikala mengendalikan 200 ribu tentaranya untuk menguasai Eropa namun selalu memperhatikan juru masak, bukan para jenderalnya.

Dia memang bahagia dengan hal yang tak terduga, yang jarang ada di pikiran orang normal. Sensasional, fenomenal, entah apa lagi kiasan yang pantas ditempelkan di dirinya. Contohnya pada 1996, dia datang-datang saja menyumbang Partai Buruh pimpinan Tony Blair sebesar £1 juta. Urung saja, Blair malu berat dan mikir akibatnya. Tak lama beliau mengembalikan lagi perlindungan gratis itu. Pada Mei 1997, partai ini memenangkan pemilu dan Blair menjadi PM Inggris gres menggantikan John Major.

Paket Sepak Bola

Usut punya usut, salah satu acara partai ini adalah pembatalan rokok di tanah Inggris dan Eropa. Formula One, yang dikala itu sedang honey-moon dengan industri tembakau, terang akan terpukul. Kalkulasinya luar biasa. Bernie bahkan berani berspekulasi mengingat dalam 20 tahun terakhir, Partai Buruh tak pernah menang dari Partai Konservatif.

Demi F1, apapun akan dilakukannya. Apalagi dikala F1 menerima tekanan dari NASCAR atau CART. "Kami tahu ada pembalap yang tertarik formula domestik Amerika itu. Tapi sesudah mereka pensiun dari F1!" ucapnya seperti menafikan karier tidak mengecewakan Jacques Villeneuve dan Juan Pablo Montoya.
 ini bukan melulu lantaran tinggi tubuhnya yang  Formula 1 dan Football (1): King Bernie Berfalsafah Sepak Bola
Roman Abramovich, jaringan gres sesama Yahudi.
Bagi Bernie, antara CART dan F1 mirip membandingkan American Football dengan sepak bola. "Cart di Eropa, ya seperti itu. Seperti mengajak orang Eropa menonton American football. Formula 1 itu yakni sepak bola. Gebyarnya lebih diterima di seluruh dunia."

Walau beliau mengaku tak tahu banyak, falsafah sepak bola ialah salah satu sumber inspirasinya. Sejak 1998, dia sudah menabrakan diri dengan sepak bola. News of The World pernah membocorkan persaingannya dengan kaisar media sesama Yahudi, Rupert Murdoch, untuk membeli Manchester United.

Kasus ini sempat menggegerkan publik F-1 dan sepak bola yang tak mengerti udang apa yang ada di balik batu? Seorang Bernie memasuki kancah sepak bola? Bos United akhirnya menutup ambisi keduanya usai ditekan fans Red Devils, pemerintah Inggris hingga dewan legislatif Eropa.

Apalagi pertempuran F1 plus Bernie vs Sky Sports memperebutkan 'trofi' Old Trafford itu, ikut menyeret nama musisi terkenal sekaligus vokalis grup band Simply Reds yang juga fan berat United, Mick Hucknall, serta rival utama Murdoch di kekuasaan media dunia, Ted Turner si pemilik CNN dan AOL Time Warner.

Selang dua tahun, Bernie merajut relasi lagi dengan Murdoch plus Silvio Berlusconi, PM Italia dan bos Media Partners untuk merencanakan menggelar European Super League, ajang tandingan Liga Champion yang 'dikutuk' UEFA. Bernie selalu melihat peluang lewat sepak bola. Kebetulan ketika itu Murdoch gres memasarkan Sky Sports sebagai susukan ekslusif Football dan Formula 1. Usul Bernie yaitu beli satu dapat dua. Nonton bola dapat siaran F1. Selain diendus UEFA dan FIFA, planning ini juga dicermati Komisi Eropa yang sikapnya terpecah dua.

Yang moderat menilai itu akan menyehatkan industri olah raga dan stabilitas ekonomi di Eropa. Golongan konservatif menolak mentah-mentah dan, mereka alhasil memang menang sebab ide ini terbentur perbedaan esensi olah raga itu sendiri. Selain kekerabatan bisnisnya dengan Murdoch dan Berlusconi, anak seorang kapten kapal pukat itu juga diyakini pernah berhubungan baik dengan Presiden FIFA Sepp Blatter, setelah ambruknya perusahaan keluarga sang bos bola sejagat, KirchMedia, pemegang hak siar TV untuk Piala Dunia 2002 dan 2006 serta F1.
 ini bukan melulu lantaran tinggi tubuhnya yang  Formula 1 dan Football (1): King Bernie Berfalsafah Sepak Bola
Bersama bos Ferrari, Presiden Ferrari, Luca Di Montezemolo.
Sampai kesudahannya muncul GPWC, yang membuat Bernie puyeng tujuh keliling beneran menjelang berakhirnya Concorde Agreement 2007. Bernie tak sudi, jika sampai GPWC yang justru bersanding dengan World Cup dan Olimpiade sebagai global audience.

Paman Gober

Sebenarnya GPWC bukan pengganggu pertama Formula 1. Pada tahun 2000 ada Premier1, perpaduan F1 dan liga sepak bola Eropa, yang digalang oleh Collin Sullivan. Namun, mirip diduga banyak kalangan, duet Max-Bernie sukses 'mematikan' kiprah ajang itu, bahkan sebelum diselenggarakan.

Lalu tamat 2004, berita A1 Grand Prix mencuat, terutama setelah dua eks pembalap F1, Alexander Yoong (Malaysia) dan juara dunia 1980, Alan Jones (Afrika Selatan), ikut bergabung. Hasilnya, Bernie menghancurkan planning para pebisnis Afrika Selatan itu. Sebenarnya portofolio GPWC lebih progresif. Mereka mengikatkan diri dengan dua kekaisaran dunia sports, FIFA (sepak bola) dan IAAF (atletik).

Di 2006, ketiganya akan bahu membahu World Cup Germany. GPWC juga 'erat' dengan konsorsium F1, Bayerische Landesbank, JP Morgan, dan Lehman Brothers yang kesemuanya merupakan perusahaan Jewish. Blue-print GPWC dirancang langsung oleh International Sports and Entertainment (iSe), konsultan bisnis terwahid di dunia yang sama-sama berbasis di Zuerich, Swiss, markas besar FIFA.

Bosnya, George Taylor, memahami sejarah F1 semenjak 1950 dan sepak terjang Bernie Si Mister E sejak 1971. Jika di F1 keuntungan yang didapat setiap tim cuma 23%, maka GPWC berani kasih "you punya barang" 80%, yang nominalnya sekitar £257 juta sehabis tiga tahun. Yang terpenting, semua tim diberi hak kontrol yang sama berpengaruh, sesuatu yang sulit di F1.

Pengalaman awal Taylor, eks karyawan McDonalds, justru di sepak bola. Dulu oleh induk semangnya, dia ditugaskan untuk mencari benefit di Liga Champion dan Piala Eropa, ajang yang kurang terkenal bagi rakyat Amerika. Di sepak bola, gerakan GPWC seperti dengan proyek sempalan G-14 atau G-18 di Liga Super Eropa. Bagaimana rasanya Liga Champion tanpa Real Madrid, AC Milan, Juventus, Bayern Muenchen dan Manchester United? Andai sama-sama bergulir, mana yang Anda prioritaskan menontonnya?

Pada Rich List People 2003 keluaran The Sunday Times, kekayaan Bernie ditaksir sekitar £2,4 milyar (Rp 41 trilyun). Timbunan uang Si Paman Gober dunia balap itu sempat turun £2,34 milyar, justru sesudah ia menciptakan rekor dunia: menjual rumahnya yang seharga $128 juta AS (sekitar Rp 1,2 trilyun), pada taipan baja asal India, Lakshmi Mittal.

Bernie "Si Qarun" punya rumah mulai dari Corsica, Gstaad, dan French Riviera serta dua jet pribadi. Sekarang kekayaannya ditaksir sekitar £4 milyar (Rp 68 trilyun). Ckckckck. Biografinya, Bernie's Game: Inside the Formula One, yang ditulis oleh Terry Lovell pada 1999 yang sampai kini masih laris keras dicari orang.
 ini bukan melulu lantaran tinggi tubuhnya yang  Formula 1 dan Football (1): King Bernie Berfalsafah Sepak Bola
Si Paman Gober tidak dikaruniai anak lelaki.
Dari perkawinannya dengan Slavica, eks model Armani yang berselisih 28 tahun dan 20 cm dengannya, Bernie dikaruniai dua putri, Tamara dan Petra. Istri keduanya ini akan diwariskan kekayaan sedikitnya £2 milyar. "Mati? Itu niscaya terjadi dan saya juga tak mau andai diberi umur 21 tahun lagi," ucap lelaki berusia 75 tahun ini coba berfilosofi.

Siapa penerus Bernie yang kompeten memutar roda F1? Sulit menjawabnya. Yang pasti, sesudah matematis, orang yang paling berkuasa sehabis Bernie adalah Max Mosley, Presiden FIA. Si mantan pengacara, politisi, pembalap dan pemilik tim ini tugasnya mengawasi, memelototi kesalahan kemudian memberi hukuman. Siapa lagi?

Barangkali ya Slavica, yang siap mengambil alih segalanya dari Si Tua Bangka Super Kaya Raya itu. Orang keempat yakni Presiden Ferrari, Luca Di Montezemolo, seorang 'kiper' yang menjaga sebuah tradisi, reputasi di bisnis otomotif. Masih ada lagi? Masih. Berikutnya barangkali baru para pimpinan tim mirip Ron Dennis (McLaren), Sir Frank William (Williams) dan lain-lain termasuk Flavio Briatore. Namun pada sabar dulu ya, kelihatannya Pak Bernie sama sekali belum merindukan alam baka.

(foto: motorsport/dailymail/is-a-cunt/skysports/willthef1journo)

Monday, December 13, 2004

Roman Abramovich: Billionaire From Nowhere

Yang ditunggu-tunggu karenanya muncul juga. Mumpung nama 'Ch€£$ki' lagi meroket, jadi dijamin The Billionaire from Nowhere ini banyak diburu orang, baik dari kalangan pro ataupun golongan anti klub yang terletak di London Barat, wilayah dengan properti paling mahal di ibukota Inggris tersebut.

 baik dari kalangan pro ataupun golongan anti klub yang terletak di London Barat Roman Abramovich: Billionaire from Nowhere
Roman Arkadyevich Abramovich.
Di Rusia buku setebal 384 halaman itu eksklusif diserbu orang. Di Australia, biografi Roman Arkadyevich Abramovich, yang di dalamnya ada 40 buah ilustrasi, dijual seharga 54,95 dolar. Artinya kategori buku-buku mahal. Bukan itu saja. Pada beberapa toko buku, termasuk yang virtual, katalog The Billionaire from Nowhere (TBN) malah dimasukkan di kategori bisnis atau psikologi.

Biografi terbaru karangan Chris Hutchins dan Dominic Midgley ini lebih heboh dibanding Proud Man Walking, The Tinker and Talisman, Chelsea, Upfront with Chelsea, Chopper hingga Abramovich: The Chelsea Diary, yang semua berisi sensasi si yatim-piatu kelahiran 24 Oktober 1966 itu.

Kesuksesan TBN akan lebih meledak lagi lantaran produser bisnis hiburan ternama di Inggris, Billy Gaff, berencana menciptakan drama musikalnya. Pria yang pernah menjadi manajer penyanyi kondang Rod Stewart itu mengaku merasa tersentak sesudah membaca TBN. Berikutnya, ia eksklusif membeli hak paten TBN.

Menurut laporan The Sun, Gaff eksklusif menghubungi baron musik Inggris, Sir Elton John, yang dimintanya untuk menulis seluruh musik ajang teatrikal yang diberi judul Red Rom: The Musical. Padahal, asal tahu, Sir Elton John adalah salah satu pemilik Watford, klub London yang pastinya juga tidak menyukai Chelsea. Sementara itu bintang-bintang yang diundang antara lain Rod Stewart dan Boy George.

"Sungguh mengagumkan tatkala Billy menelepon aku. Ia punya visi kisah Red Rom untuk dituangkan ke bentuk gala musikal," tutur Hutchins seraya 'membocorkan' planning Gaff akan dipakainya Frank Lampard dkk. sebagai penyanyi latar. Sayang, dari segi bisnis, Gaff belum berhubungan eksklusif dengan Abramovich. Padahal, untuk memperluas pemasaran ke AS misalnya, terutama biar bisa dipentaskan di teater drama terkenal di New York, Broadway, Gaff tinggal bergandengan tangan dengan William Morris, biro Istimewa urusan klub dan pemain Chelsea di AS.

Bayangkan jikalau artis-artis Hollywood seperti Halle Berry, Lucy Liu, Jackie Chan, atau Sarah Michelle Gellar setuju untuk ikut proyek Red Rom: The Musical. Bisa-mampu nama Abramovich makin menjulang di AS. Itu berarti pintu bisnis sang taipan terbuka lebar-lebar. Semua tahu, setelah Uni Soviet ambruk dan mati pada 1991, Westernisasi kembali melanda Rusia. Tatanan industri dan bisnis berubah total. Namun ada dua orang tersukses keluar dari kurun transisi tersebut, Abramovich dan Vladimir Putin.

 baik dari kalangan pro ataupun golongan anti klub yang terletak di London Barat Roman Abramovich: Billionaire from Nowhere
Saat dipanggil Presiden Vladimir Putin.
Putin, yang sekarang menjadi orang nomor satu paling berkuasa di Rusia, merupakan Abramovich dalam bentuk lain. Keduanya mampu diperbandingkan dan jauh lebih besar untuk dipersamakan. Karakter mereka sama, haus akan kekuasaan, tetapi ditapaki dengan jalan berbeda. Jika Abramovich disebut Billionaire from Nowhere, maka Putin yakni President from Nowhere.

Sama mirip sepak terjang Abramovich, tak satu pun yang menyangka Putin mampu menjadi presiden. Bahkan ia tidak direkomendasikan presiden sebelumnya, Boris Yeltsin. Putin penuh misteri. Ia hanya dikenal pada dunia bawah tanah dan intelijen. Karena beliau bekas seorang biro KGB dan patriot sejati yang mencintai negara melebihi keluarga, mudah baginya mendapatkan kekuasaan negara.

Di saat yang sama, di beranda bisnis dan industri, kediktatoran juga dijalankan Abramovich. Bisnis pertamanya langsung bekerjasama dengan angkatan bersenjata Rusia. Banyak yang menyimpulkan bahwa Abramovich dan Putin sudah kenal sejak usang. Privatisasi industri melanda Sibneft, perusahaan minyak negara terbesar, dan RusAL, produsen aluminium kedua terbesar di dunia. Putin membuka jalan, Abramovich yang menuntaskan. Sejak ketika itulah hidupnya dipenuhi keborjuisan kolam seorang sheikh.

Lama-lama Putin pening melihat tindak-tanduk konglomerat yang pertama-tama dipelopori Boris Berezovsky. Bisa saja dia begitu, tapi risiko yang dihadapinya yaitu beliau akan kehilangan kekuasaan. Tindakan tanpa kompromi dilakukan menghadapi oligarki. Di sisi lain, Putin membangun kekuasaan vertikal yang makin menghunjam ruang gerak para konglomerat.
 baik dari kalangan pro ataupun golongan anti klub yang terletak di London Barat Roman Abramovich: Billionaire from Nowhere
Bersama istri kedua, Irina Vyacheslavovna Malandina.
Abramovich mampu melepaskan diri dari cengkeraman kekuasaan Putin. Ia bahkan menjadi selebritas di Eropa Barat. Ada yang bilang bahu-membahu mereka berteman. Buktinya waktu Sibneft ambruk sesudah merger dengan Yukos, yang pertama-tama diburu kemudian dipenjarakan Kremlin adalah Berezovsky, yang ialah gurunya Abramovich. Lalu berikutnya Mikhail Khodorkovsky.

Kalau ada orang ketiga yang dibidik Kremlin, tiada lain Abramovich. Sungguh ajaib tapi positif, kenyataannya si wajah imut terus selamat dan makin berkibar. Tak heran bila drama musikal Red Rom ditunggu banyak orang di Rusia alasannya adalah ia ikut menggambarkan sepak terjang sang diktator.

Himne Kalinka

Ini mungkin teladan kediktatoran. Dia memang pendiam, tapi batinnya selalu bergejolak seperti irama musik. Lihatlah perannya jikalau berada di tribun Stamford Bridge. Kadang melamun bak stupa, celingukan kiri-kanan mirip wajah orang gundah, atau cengengesan dengan tampang sumringah-nya yang populer. 

Walau raganya terlihat pasif, tidak demikian dengan jiwanya. Cukup dinamis. Itu alasannya adalah Roman Abramovich dikenal menyukai musik. Tapi, jarang ada yang ngeh kalau di antara aneka gayanya itu, sang taipan juga sering bersenandung. Ia mengaku musik yaitu sobat hidupnya yang setia.

Atensi orang terkaya ke-25 sedunia ini pada musik lumayan mengagumkan. Agustus silam dia memerintahkan mengganti lagu konservatif dan paling populer bagi pendukung Chelsea selama 10 tahun, Blue is The Colour. Tidak tanggung-tanggung, Abramovich memakai jasa penyanyi top Rusia, Alsou Safina, yang juga anak dari rekan konglomeratnya, Ralif Safin, bekas Wapres LUKoil yang kini menjadi senator dari Provinsi Altai.

Menurut situs Lenta, Abramovich menggunakan kedekatannya dengan Ralif semoga Alsou sudi sumbang suara. Roman sempat malu usai permintaannya ditolak vokalis grup heavymetal Leningrad, Sergey Shnurov. Suara sang diva pun direkam. Paling jadi perhatian yakni Kalinka, yang dinobatkan sebagai himne baru Chelsea.

Alsou mendapatkan komisi sekitar 10.000 poundsterling setiap partai yang dimainkan Chelsea. Sesuai dengan hukum, Kalinka akan dikumandangkan setiap Chelsea akan bertanding di Stamford Bridge. Anehnya, Kalinka merupakan lagu tradisional Rusia yang populer. Bayangkan betapa sulitnya pengecap Englishmen untuk mengucapkan apalagi menghapalnya. Lebih asing lagi, banyak penggemar The Blues diam saja tanpa protes atas revolusi kecil tersebut.

 baik dari kalangan pro ataupun golongan anti klub yang terletak di London Barat Roman Abramovich: Billionaire from NowhereSelain Blue is the Colour, selama ini mereka telah familiar dengan beberapa chants mirip One Men Went to Mow, The Blue Flag, One Land and Sea, Super Chelsea, Blast from the Past. Yaah, untungnya banyak stok lagu yang ada. Seharusnya para suporter Chelsea - yang kebanyakan warga London Barat yang dikenal kaya-kaya - mulai mempopulerkan lagu yang jauh lebih ngepas dengan situasi 'Ch€£$ki' kini ini, Super Chelsea. And it's super Chelsea, Super Chelsea FC. We're by far the greatest team...the world has ever seen.


Blue is the Colour

*Blue is the colour, football is the game/We're all together, and winning is our aim/So cheer us on through the sun and rain/'cause Chelsea, Chelsea is our name

Here at the Bridge whether rain or fine/We can shine all the time/Home or away, come and see us play/You're welcome any day/Kembali ke *)

Come to the Shed and we'll welcome you/Wear your blue and see us through/Sing loud and clear until the game is done/Sing Chelsea everyone.


Kalinka

Kalinka, kalinka, kalinka moya!/V sadu yagoda malinka, malinka moya!

Hej! Kalinka, kalinka, kalinka moya!/V sadu yagoda malinka, malinka moya! (3x)

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaah!/Pod sosnuyu, pod zelenoyu

Spat' polozhite vy menya/Aaaaaaaaaj!

Aj lyuli, lyuli, aj, lyuli, lyuli/Spat' polozhite vy menya

Kalinka, kalinka, kalinka moya!/V sadu yagoda malinka, malinka moya!

Hej! Kalinka, kalinka, kalinka moya!/V sadu yagoda malinka, malinka moya! (3x)

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!/Krasavica, duscha-devica/Pozholej zhe ty menya,

Aj, lyuli, lyuli, lyuli, lyuli/Pozholej zhe ty menya!

Kalinka, kalinka, kalinochka kalinochka moya!/V sadu yagoda malinka, malinochka moya!

Hej! Kalinka, kalinka, kalinka moya!/V sadu yagoda malinka, malinka moya! (4x)

Hej!

(foto: newsusauk/jewish bussiness news/zimbio/thetimes/championat)

Thursday, December 9, 2004

Bentrok The Gunners Vs Red Devils

Humor, mirip yang banyak dipercaya orang, konon mampu menetralisir keadaan tegang menjadi renggang, kondisi stres jadi beres. Pendek kata, dia mampu seperti es kerikil yang dicemplungkan ke teh panas.

Hawa panas niscaya berembus ke Highbury dan Old Trafford mana periode Arsenal vs Manchester United akan bentrok secara rutin setiap musim, sedikitnya dua kali. Bagi suporter yang 'berdarah panas', suasana model begitu makin mengipasi api peperangan. Tapi buat pendukung yang 'berdarah cuek', cara menyambut laga justru lebih unik, yaitu memakai lelucon konyol! Tujuan mereka tetap sama, apapun bentuknya. Saling melecehkan, meledek, mengecilkan atau menjatuhkan. Dilarang sakit hati. Balaslah, tapi lewat humor.

--------------------

Janji Scholesy 

Pada duel akbar kali ini, saatnya Manchester United bertandang di ibukota London. Gelandang penting Red Devils Paul Scholes berpaling pada rekan-rekan setimnya seraya bilang, "Dengar guys, kalian diam saja di rumah. Saya akan mencetak satu gol di Highbury!" Para pemain lain oke, seraya merasa bergembira alasannya adalah tidak punya risiko untuk dipermalukan. Lalu mereka meninggalkan Scholesy selama seminggu, kemudian terbang ke Vanuatu untuk liburan.

 konon bisa menetralisir keadaan tegang menjadi renggang Bentrok The Gunners vs Red DevilsPada hari pertandingan itu, rekan-rekan Scholes itu tiba ke bar untuk menonton siaran langsung di televisi lokal. Baru lima menit sesudah mereka duduk-duduk di kafetaria, Scholes mencetak gol! "Hebat kamu Scholesy, memang hebat!" jerit mereka.

Tiba-datang tornado mulai muncul. Listrik di bar pun byar-pet. Mati. Nyala. Mati, dan seterusnya. Untungnya saat babak pertama usai, mereka melihat skor masih 1-0. Setelah itu listrik mati lagi. TV ikut padam. Dan kali ini agak lama. Di kegelapan rekan-rekan Scholes terlihat gelisah. Mau pulang pun tidak bisa alasannya di luar angin kencang belum berhenti. Kepasrahan melanda. "Bisa nggak ya dipertahankan?" gumam mereka sambil melihat arloji masing-masing.

Ajaibnya, tepat di menit ke-90 listrik menyala! Mereka amat besar hati dikala tahu skor tetap 1-0. Suasana di bar gempar lagi. Tiba-tiba saat injury-time, Arsenal mencetak gol balasan. 1-1! Tak usang, prriiit, wasit menyudahi pertandingan. Walau seri, rekan-rekan Scholes amat puas dan salut lantaran Scholesy telah memenuhi janjinya: mencetak gol.

Saat kembali ke Inggris, di bandara mereka dijemput Scholes yang terlihat menangis tersedu-sedu. "Ada apa ini?" tanya mereka heran.

"Saya mengecewakan kalian," kata Scholes, "Saya mengecewakan kalian".

"Tidak, you lumayan kami," teriak rekan-rekannya berbarengan.

"You 'kan sendirian melawan Arsenal, lalu bikin gol. Itu ahli, Paul!"

"Hah, tapi apa kalian tidak tahu?" jawab Scholes rada bingung,

"Saya diusir wasit di menit kesepuluh!"


Strategi Wenger

Di suatu kesempatan, Alex Ferguson, Pele, dan Arsene Wenger memancing bersama di tengah danau. Setelah memancing berjam-jam lamanya, mereka tampak kehausan. Sambil memandang yang lain, tiba-tiba Alex berkata, "Saya ingin mengambil Scotch-Whiskey." Ia bergegas keluar dari bahtera, berjalan melintasi air ke darat, meraih botol dan kembali dengan cara yang sama.

Dua jam lalu giliran Pele. "Saya juga ingin mengambil Minas-Cachaca." Persis seperti cara Alex, dia pun melakukannya dengan gaya yang sama.

Setelah melihat dua insiden unik itu, Wenger bergumam, "Jika mereka mampu melakukan dengan caranya, kenapa saya tidak? Saya akan membawa minuman terbaik se-Prancis, Drambuie." Ia melangkah dari perahu membisu-diam, nyemplung ke air dengan kepala duluan dan tak pernah muncul lagi.

Karena tak kunjung kembali, Pele menatap tajam Alex dan berkata, "Dia tahu nggak ya di dalam air ini ada watu yang tak terlihat untuk berjalan ke darat?"


Iklan Kolom

Dijual.

Sebuah kereta musik. Dengan corak warna merah dan putih. Kondisi sangat lapang.

Di satu sisinya terpatri goresan pena 'Kesebelasan Terbaik se-Inggris.'

Praktis mengikuti keadaan dengan media-media Inggris dan banyak sekali bekas pemain profesional. Dapat diandalkan dikala demam isu dingin. Ada kecenderungan roda-rodanya akan copot mulai bulan April.

Semua pertanyaan ditujukan pada A. Wenger, Arsenal FC.


Cara Ampuh

Anda terperangkap di sebuah kamar bersama-sama seekor beruang, seekor harimau dan seorang suporter Manchester United. Ada senapan dan dua peluru.

Apa yang anda harus lakukan?

Tembak suporter Manchester United dua kali!


Salah Sasaran

Suatu hari, seorang maling yang menggunakan kaus Manchester United merampok rumah seorang pastur. Banyak barang berharga yang mampu dibawa, tapi matanya lebih tertuju pada sebuah kaus yang tergantung. Kaus itu kostum Arsenal.

"Sialan, ternyata dia pendukung The Gunners!" sungutnya sambil menjambret lalu membakarnya.

Tak lama kemudian, si pastur terbangun dan memergoki si maling. "Hei, kenapa kau bakar kaus itu?" tanya si pastur.

Dengan bangga, ia membuka jaketnya, dan terlihatlah kaus dengan logo setan bertanduk memegang trisula. Yang dilakukan si pastur berikutnya cuma berdoa: "Ya Tuhan, berikanlah orang ini jalan lurus biar hidupnya tidak sesat."

Si maling grogi, lantas buru-buru keluar rumah, lari sekencang-kencangnya menyebrangi jalan, dan tak melihat ada sebuah mobil kencang melintas. Darrr! Ia terkapar.

(gambaran: normanhood.co.uk)

Monday, November 22, 2004

Stadion Emirates: Demi Perang Periode Depan

Di periode globalisasi ini, pertarungan sepak bola yang seru dan menarik bukan melulu terjadi di atas rumput, tapi juga di atas kertas. Perang sasaran juga tak harus dilakukan lewat gugusan tim, taktik atau seni manajemen, namun juga bisa via lobi, diplomasi atau negosiasi bisnis.

 pertarungan sepak bola yang seru dan menarik bukan melulu terjadi di atas rumput Stadion Emirates: Demi Perang Masa Depan
Maka di London, 6 Oktober 2004, terjadi kejadian istimewa yang akan mengubah peta kekuatan English Premier League di kala depan. Pelakonnya adalah Arsenal, yang kini tengah mengepakkan kedua sayapnya di angkasa Eropa, melanglang tinggi sebagai raja sepak bola se-Inggris. Saat itu di markas Highbury, dilakukan penekenan MoU (Memorandum of Understanding) Arsenal dengan Emirates Airline.

Nilai kontrak yang dibubuhkan kedua chairman Peter Hill-Wood dan Sheikh Ahmed bin Saeed Al-Maktoum, bikin semua orang ngiler lantaran mencapai 100 juta pound atau sekitar Rp 1,6 trilyun. Ada dua hal yang dicari maskapai penerbangan Uni Emirat Arab itu dengan uang segunungnya. Pertama cap Emirates harus digunakan sebagai nama stadion gres Arsenal berkapasitas 60.000-an penonton yang akan rampung pada Agustus 2006.

Kontrak ini berlangsung 15 tahun. Artinya hingga 2021 nama Emirates Stadium akan menggantikan Ashburton Grove. Yang kedua disepakati pula sponsor di kostum bertuliskan Fly Emirates selama 8 musim hingga 2014 atau 2015. Semua kontrak efektif sejak animo 2006/07. Sebagai uang mukanya, Arsenal akan mendapatkan pembayaran 9 juta pound (sekitar 144 milyar rupiah) mulai April 2005.

 pertarungan sepak bola yang seru dan menarik bukan melulu terjadi di atas rumput Stadion Emirates: Demi Perang Masa Depan
Menurut The Sun, Arsenal bahwasanya rugi 23 juta pound lantaran angka semula yang diajukan sebesar 123 juta pound. Tapi sesudah Arsenal minta beda era kontrak stadion dan kostum, maka angka 100 juta pound alhasil disetujui. "Rekor yang masuk akal diraih. Di dua tahun terakhir merk Arsenal kian meroket di Eropa. Untuk masa 5 sampai 10 tahun mendatang, Emirates justru akan meraih nilai jauh besar dari uang yang dikeluarkannya sekarang," kata Oliver Butler, seorang analis dari firma Sport+ Markt of London.

"Ini kerjasama win-win yang saling menguntungkan bagi Emirates Airline dan Arsenal," komentar Sheikh Al-Maktoum di depan para petinggi, antara lain vice-president Arsenal David Dein, managing director Keith Edelman dan manajer tim Arsene Wenger serta vice-chairman and Group President of Emirates Airline, Maurice Flanagan.

Rabu itu ialah hari bersejarah bagi English Premier League karena sebuah rekor sponsorship telah lahir. Lewat deal itu Arsenal kini kian pede mengambil alih mahkota dari Manchester United sebagai klub terkaya di Inggris. Yakin? 

"Sebentar lagi," tukas Edelman. Benarkah itu akan terjadi? Bukankah dari nilai keseluruhan, harga Manchester United kini ditaksir sebesar 711 juta pound atau Rp 11,375 trilyun, sementara Arsenal 'cuma' 150 juta pound atau setara dengan 2,4 trilyun rupiah? Analisis bisnis bicara. Penentuan itu ada di London Stock Exchange. Sudah bukan belakang layar jikalau publik sekarang mengejar-ngejar saham The Gunners ketimbang Red Devils.

Melihat prospek prestasinya yang lebih menjanjikan, investor lebih percaya memutar fulusnya bersama Arsenal ketimbang United. Sedangkan gambaran United justru meluruk di mata pemegang saham, terbanyak balasan kisruh trio top shareholders, JP McManus-John Magnier-Malcolm Glazer. Dari dalam lapangan, pelbagai hambatan disorot khalayak.

Cedera pemain, kegagalan transfer window, misharmonis tim dengan administrasi, atau kurun kontrak Sir Alex Ferguson yang tinggal setahun, ialah hal-hal sensitif yang mengganggu. "Itulah yang menciptakan investor melirik kami. Dan terus jelas, Emirates telah membuat pasar kami akan mampu menjangkau seluruh dunia," lanjut Edelman.

Terkaya Ketujuh

Sehari sehabis Emirates masuk, rapat umum pemegang saham digelar di Highbury. Selain Hill-Wood atau Edelman yang bicara di sana yakni Wenger. Pasalnya para shareholder masih belum yakin pada abad depan sebelum Le Boss menandatangani perpanjangan kontrak.
 pertarungan sepak bola yang seru dan menarik bukan melulu terjadi di atas rumput Stadion Emirates: Demi Perang Masa Depan
Siapapun oke bahwa berkat Wenger-lah Arsenal jadi begini. Delapan trend digarap Frenchman, keberadaan Gunners mencapai periode keemasan kedua sehabis periode Herbert Chapman pada dekade 1930-an. Wenger cuma butuh dua isu terkini untuk menuai titel pertamanya pada 1997/98.

Sejak itu, Arsenal tidak pernah keluar dari dua besar. Kalau tidak juara, ya runner-up. Di bawah rezim Wenger, Arsenal menuai 3 kali juara EPL, 3 kali juara Piala FA, dan sekali runner-up Piala UEFA. Dampak jangka panjangnya, brand Arsenal jadi membubung, menyaingi bahkan ada yang bilang telah menghempaskan Manchester United sebagai klub paling top di Inggris.

Kata Robert Pires, pokoknya selama Wenger jadi manajer, Arsenal akan menjadi klub penuh ambisi. Hal inilah yang didambakan oleh para pemegang saham. Mereka ingin memastikan kemanan investasi di era depan. Dari catatan Deloitte & Touche LLP yang dilansir Maret 2004, Arsenal kini menempati urutan ketujuh sebagai klub terkaya di dunia dengan income 149,6 juta euro atau sekitar Rp 1,5 trilyun per tahun.

Posisi dua besar masih dipegang Manchester United (218,3) dan Juventus (200,2). AC Milan naik jadi ketiga dengan 200,2 juta euro. Begitu juga Real Madrid (192,6), dari enam ke empat. Bayern Muenchen sebaliknya turun ke posisi lima dari tiga dengan pendapatan 162,7 juta euro. Yang meroket ialah FC Internazionale Milano. Mereka naik enam posisi, dari 12 ke 6 dengan raihan 162,4 juta euro.

Tiga klub top Inggris lainnya, Chelsea, malah anjlok tiga posisi ke-10 lewat laba 133,8 juta euro. Berikutnya Liverpool (149,4) turun dari lima ke delapan, Newcastle United (138,9) naik dari 13 ke 9. Tottenham Hotspur (95,6) naik ke-16 dari 15. Di bawahnya yaitu Leeds United (92,0) yang turun lima level meski sudah dicukongi donatur baru.

 pertarungan sepak bola yang seru dan menarik bukan melulu terjadi di atas rumput Stadion Emirates: Demi Perang Masa Depan
Pundi-pundi keuntungan Arsenal terjadi demam isu lalu. Di tamat 2003/04 yang penuh glory itu, laba tahunan Gunners sebelum pajak membengkak 19,05 juta dolar AS atau 10,6 juta pound atau hampir Rp 170 milyar. Bandingkan di 2002/03 yang 'cuma' 4,5 juta pound (Rp 7,2 milyar).  Secara total, turnover Arsenal Holdings naik pesat sebesar 33% atau 39,1 juta pound per 31 Mei 2004. Kongkritnya menjadi 156,9 juta pound (Rp 2,5 trilyun) dari 117,8 juta pound tahun sebelumnya.

Musim 2003/04 merupakan titik balik Arsenal secara keseluruhan. Dari atas lapangan label Undefetead, Invincibles, Immortality yang dibesut Wenger beserta armadanya selain sebagai perempatfinalis Liga Champion dan semifinalis Piala FA. Seperti diketahui di dua ajang ini, uang yang mengalir jauh lebih besar dibanding EPL sendiri.

Sementara dari luar lapangan pemasukan penjualan properti dan operasional klub mengalami surplus. Seperti yang diduga, prospek finansial sekarang kian cerah. Antrian sponsor, iklan dan kerjasama di meja Dein kian meninggi. Brand Arsenal diserbu orang. Masa depan London Les Rouges kian rancak di Februari 2004. Dengan hegemoni dan dominasi barunya di pentas EPL, wajar jika Arsenal terus berhitung demi menatap kurun depan nan cerah.

Keputusan kontroversial, menggusur Highbury yang menjadi bab sejarahnya sendiri siap dilakukan. Bagaimana mau untung banyak dari tiket jikalau stadion yang dipakai semenjak 1913 itu cuma muat 38.200 penonton? Lewat sebuah konsorsium yang mengucurkan dana 400 juta pound (Rp 6,4 trilyun).

Dari kredit bank inilah, sebuah area di Ashburton Grove, berjarak cuma 1 km dari Highbury, siap disulap menjadi sebuah stadion besar berkapasitas 60.000. Biaya pembangunannya sebesar 357 juta pound alias lebih dari Rp 5,7 trilyun.

"Hari ini yaitu momen penting dalam sejarah Arsenal untuk memantapkan tujuan strategis di era depan ialah mempertahankan kemapanan di Inggris dan Eropa," sebut Hill-Wood tanpa bermaksud sombong pada 1 September silam dikala dilakukan pemancangan tiang pertama.

Mengorbankan Tradisi

Sebelum 'kejatuhan bintang' dari Emirates, tadinya Hill-Wood telah mengesahkan undangan kelompok suporter fanatik supaya stadion baru nanti dinamakan Herbert Chapman Stadium atau Arsene Wenger Stadium, dua manajer The Gunners terhebat sepanjang masa.

"Tiba-datang semua itu harus berubah mirip yang berlaku di sepak bola. Tanpa diduga ada usulan menggiurkan, yang terbesar di persepak bolaan Inggris sepanjang zaman, dan kami harus bertindak," papar bos Peter, generasi ketiga Hill-Wood yang mempunyai saham Arsenal sejak 1920-an. Keputusan ini sontak membuat fans fanatik Gunners berpolemik. Bagi mereka yang anti, harga 100 juta pound selama 15 tahun tetap tak sebanding dengan hilangnya pujian. "Setelah kontrak usai, apakah stadion itu ganti berjulukan Walt Disney Stadium?" tanya mereka.

 pertarungan sepak bola yang seru dan menarik bukan melulu terjadi di atas rumput Stadion Emirates: Demi Perang Masa Depan
"Tradisi telah hilang. Nama itu tak ada hubungannya sama sekali dengan Arsenal. Tadinya kami berharap namanya Ashburton Grove atau Emirates Highbury. Jangan kaget bila pada awal nanti banyak suporter yang tetap menyebutnya Ashburton Grove ketimbang Emirates Stadium," timpal Barry Baker, seorang perwakilan kelompok suporter Arsenal.

"Bagi aku itu sebuah nama yang terang, keputusan yang fantastis dan akan gampang mengerti suporter. Percayalah," komentar Paul Fletcher, eks pemain timnas Inggris U-23 yang sekarang menjadi salah satu pakar stadion di Eropa. Apakah Stadion Emirates bisa menahan dominasi Old Trafford sebagai penyedot pemasukan tiket terbesar di Inggris? Tampaknya sulit, mengingat isi stadion baru Arsenal itu pun masih kalah 17.000 penonton dibanding Old Trafford.

Di Inggris, stadion yaitu simbol keagungan sebuah klub. Apalagi jika stadion itu megah dan besar. Nah, mulai 2006 doktrin diri Arsenal dipastikan akan meninggi ketika Stadion Emirates resmi digunakan. Selain itu stadion yang besar juga bisa menjadi sumber uang yang besar. Itulah yang menciptakan Manchester United atau Newcastle United sukses menjaga kekayaannya.

Pada 2 Oktober lalu, saat United jumpa Middlesbrough, Theatre of Dreams - yang kabarnya akan ditambah 180 kursi lagi - kembali mencatat rekor penonton, 67.988 orang. Rekor tertinggi terjadi di semifinal Piala FA antara Wolverhampton Wanderers vs Grimsby, Maret 1939, ialah 76.962 orang.

Kaprikornus, berdasarkan bos United, David Gill, pihaknya tak khawatir disaingi. Bahkan pernah, saking percaya dirinya, United pernah menolak usulan sebuah perusahaan yang ngebet namanya dipakai menggantikan Old Trafford. "Semua orang menyarankan semoga nama itu tidak diganti," akunya.

Tapi deal Arsenal dan Emirat Airlines bikin gerah Chelsea. Sontak Si Biru emoh memperbarui kontrak senilai 4 juta pound per tahun itu mulai musim depan. Sebagai incarannya, The Blues getol merayu Vodafone, sponsor United, dengan permintaan 9 juta pound semusim.

Kabarnya mereka juga tengah meng-arrange O2 yang kini dipakai Arsenal, sebesar 6 juta pound. "Kami tetap respek pada Emirates, tapi kami percaya sponsor yang terbaik bagi Chelsea di abad baru globalisasi ini adalah sebuah brand perusahaan konsumen," begitu Paul Smith, eksekutif urusan bisnis Chelsea memberi alasan. Jrengg, perang periode depan pun siap dimulai

(foto: arsenal.com)